religi

100 Imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma Bersama Mgr Agustinus

Sabtu, 8 April 2023 | 22:01 WIB
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mempersembahkan misa kudus pada pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma di Gereja Katedral Santo Yoseph, Rabu, 6 April 2023. (Pontianak Globe/Samuel OFS - Staf Komsos Keuskupan Agung Pontianak. )

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Hampir 100 imam Katolik di Keuskupan Agung Pontianak mengikuti Pembaruan Janji Imamat dan Misa Krisma di Gereja Katedral Santo Yoseph, Rabu, 6 April 2023.

Tema yang diusung dalam rekoleksi menjelang Tri Hari Suci yaitu “Menjadi Sahabat dalam Perjalanan Umat.”

Dalam rekoleksi sehari semalam itu Uskup Agustinus mengambarkan bagaimana materi menampilkan figus Paus Fransiskus yang menjadi sahabat kepada siapapun, mulai dari orang yang paling tinggi hingga paling hina sekalipun.

BACA JUGA: Gubernur Kalbar Sutarmidji Minta Beras Tersedia Jelang Idul Fitri 2023

BACA JUGA: Liburan ke Desa Selamanik Ciamis, Pengunjung Bisa Nikmati Arum Jeram Hingga Panen Beragam Sayuran

Mgr Agustinus Agus menitikberatkan imam dipanggil menjadi sahabat dalam perjalanan umat.

“Tentu saja gaya kepemimpinannya bukan lagi tampil sebagai guru apalagi instruktur, tapi gaya kepemimpinan para imam yang mendampingi dan menemani umat dalam perjalanannya,” kata uskup Agung.

Misa krisma dihadiri hampir 100-an imam yang berada di wilayah Keuskupan Agung Pontianak. Selain itu juga dihadiri ratusan biarawan-biarawati dan umat untuk mendoakan dan mendukung panggilan para imam dalam panggilan imamat.

BACA JUGA: 5 Ramuan Tradisional yang Bisa Obati Flu Berat. Baca Sampai Habis, Nomor 5 Ternyata Bumbu Masak

Dalam homilinya Uskup Agustinus mengajak kembali para imam untuk melihat ketika Yesus mengutus para muridnya. Ada dua instruksi yang tegas dari Yesus dalam Injil Markus.

Pertama Yesus mengutus para murid itu berdua-dua, hal itu juga selaras dalam pengertian bahwa imam tidak bisa berjalan sendiri, harus berjalan bersama orang lain.

“Jadi makna berdua-dua itu sangat dalam. Minimal kalau ada sesuatu masalah bisa didiskusikan dan bisa mengambil keputusan secara bersama dengan pertimbangan diskusi,” ujar Uskup Agustinus.

Kedua, Yesus mengingatkan bahwa membawa hal yang seperlunya.

Jika Anda diterima dalam sebuah keluarga tinggalah agak lama di sana. Menurut Uskup Agustinus ini juga maknanya besar. Jika berpergian ke sebuah tempat dan kita tidak diterima maka kibaskanlah kaki yang berdebu sebagai tanda bahwa manusia apapun profesinya tetap satu martabat.

Uskup Agustinus mau menekankan semangat persaudaraan yang paling pokok adalah mau melayani dan menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. (Samuel OFS)

Halaman:

Tags

Terkini