Dalam homilinya Kardinal Suharyo mengutip sebuah cerita yang dicontohkan Paus Fransiskus tentang kesempurnaan kasih. Demikian ceritanya.
Paus menjelaskan jangan berpikir terlalu tinggi untuk maknai dan memahami panggilan itu. Dia memberikan contoh yang sangat sederhana yaitu Seorang Ibu.
Seorang Ibu pergi kepasar dan bertemu dengan sahabatnya di pasar, pada satu titik mereka mulai pada kondisi menggosip (menggosip adalah bicara jelek tentang orang lain).
Lalu ibu itu katakan tidak, saya tidak mau bicara demikian tentang orang yang dibicarakan.
Paus katakan satu langkah lebih maju untuk menuju kesempurnaan.
Kemudian seorang ibu yang sudah lelah, mau mendengarkan anaknya yang sedang memiliki masalah dan mau curhat dengan ibu. Ibunya mendengarkannya. Paus mengatakan satu langkah lagi lebih maju untuk menuju kesempurnaan.
Selanjutnya ibu itu dikala merasa gelisah dan memiliki beban hidup yang tak ia mengerti, ia mengambil Rosario dan berdoa mohon doa suci dari Bunda Maria, kemudian Paus katakan satu langkah lebih maju untuk menuju kesempurnaan.
Contoh terakhir yang disampaikan oleh Paus Fransiskus, ketika ibu itu keluar rumah kemudian ia bertemu seorang pengemis dijalan, dan ia menyapanya dengan kalimat yang memberkati, Paus katakan satu langkah lebih maju untuk menuju kesempuraan kasih.
Kardinal Suharyo mengatakan dalam homilinya dalam kehidupan sehari-hari ada banyak kesempatan manusia untuk menuju kasih yang lebih sempurna.
Uskup Umat Katolik di Lingkungan TNI dan Polri, Monsigneur Ignatius Kardinal Suharyo didampingi Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus memimpin Perayaan Ekaristi Umat Katolik TNI Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI) di Pontianak yang diikuti 78 anggota TNI AD beserta keluarga, 102 anggota Polda Kalbar beserta keluarga, 24 anggota Pangkalan TNI AU Supadio beserta keluarga, dan 2 anggota Lantamal XII Pontianak beserta keluarga, Selasa (14/3).
Semangat Cinta Tanah Air
Dalam sambutan Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menyampaikan serangkaian kegiatan Kardinal Suharyo dari kedatangan, Kunjungan ke KODAM dan KAPOLDA.
Uskup Agustinus juga mengundang Pastor Kolonel Yos Bintoro untuk memberkenalkan rombongan dari Jakarta. Uskup Agustinus juga mengenalkan Pastor Yos juga sebagai imam projo yang dari pertama masuk menjadi prajurit tentara angkatan udara.
Dalam taklimat sebelum diakhirinya Perayaan Ekaristi, Pastor Yos Bintoro selaku Wakil Uskup OCI mengharapkan peran serta umat Katolik TNI dan Polri menghidupi paguyuban beriman beriman dalam wadah pelayanan OCI yang ikut mendukung rawat rohani, bimbingan dan pembinaan mental rohani Katolik di lingkungan TNI dan Polri Pontianak.
Semoga personel TNI dan Polri dapat melaksanakan tugas yang baik dengan berpedoman pada kekuatan bimbingan Tuhan, makin cinta tanah air dan semakin melaksanakan tugas pokok fungsi dengan mengedepankan semangat belarasa dan jiwa korsa atau esprit de corps," kata Pastor Yos Bintoro lulusan Sekolah Prajurit Perwira Karir tahun 1997 yang sekarang menyandang pangkat Kolonel Angkatan Udara.
Pahlawan Nasional Katolik
Kardinal Suharyo dalam sambutannya juga menyebutkan bahwa salah satu bentuk untuk memperoleh tahapan kasih menuju kesempurnaan lewat profesi yakni menghidupi rasa cinta akan tanah air dan berjuang terus untuk melanjutkan warisan iman yang telah ditorehkan oleh pahlawan nasional Katolik dari Angkatan Darat, Ignatius Slamet Riyadi; Angkatan Laut, Yos Sudarso; Angkatan Udara, Agustinus Adisutjipto; dan Kepolisian RI, Karel Satsuitubun.