PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Pemilihan Paus Leo XIV menjadi kejutan besar dalam sejarah Gereja Katolik, terutama karena sosoknya yang tidak masuk dalam daftar kandidat unggulan.
Kardinal Timothy Dolan dari Keuskupan Agung New York, dalam wawancara langsung dari Roma dengan Rosanna dan Kurt dari Fox 5 New York, mengungkapkan kebahagiaannya meskipun merasa lelah dan rindu kampung halaman.
Kardinal Dolan menjelaskan bahwa para kardinal telah bertemu setiap hari selama lebih dari dua pekan sebelum Konklaf resmi dimulai.
Diskusi mendalam mengenai tantangan, harapan, dan masa depan Gereja dilakukan untuk menentukan kandidat terbaik.
Dengan 133 kardinal dari berbagai penjuru dunia dan 23 kelompok bahasa yang berbeda, proses ini mencerminkan kesatuan Gereja global.
Kardinal Dolan mengaku tidak benar-benar mengenal Paus Leo XIV sebelumnya, meskipun mengetahui posisinya sebagai Prefek Dikasteri Uskup di Vatikan.
Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja saat sarapan di Domus Santa Marta, di mana mereka duduk bersebelahan dan mengobrol.
Baca Juga: Kesempatan Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2025, Cek Syarat dan Jadwalnya!
Ternyata, Paus Leo pernah tinggal di St Louis, kampung halaman Dolan, yang membuatnya merasa terhubung.
Menurut Dolan, kurangnya popularitas Paus Leo XIV justru menjadi keuntungan.
Ia tidak dikaitkan dengan satu kubu tertentu di antara para kardinal, sehingga dianggap sebagai "warga dunia."
Banyak yang bahkan tidak tahu bahwa ia berasal dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Kebakaran saat Salat Magrib, Rumah Kayu di Sungai Ambawang Ludes Terbakar
Dolan mengutip tajuk utama surat kabar Italia, Corriere della Sera, yang menyebut Paus Leo XIV sebagai "Paus yang Tenang, Damai, dan Pemalu."