religi

Jejak Paus Leo XIV di Indonesia, Pernah Satu Meja dengan Suster OSA Ketapang dan Berkunjung ke Jayapura hingga Sorong Papua

Sabtu, 10 Mei 2025 | 05:05 WIB
Tampak Sr Immaculata OSA (kiri), Sr Ursula OSA (dua kiri) dan Sr Felisitas OSA (kanan) bersama Pater Robert F Prevost OSA yang kala itu menjabat Prior General atau Pemimpi Umum Imam-imam Santo Agustinus (OSA) pada 2010 di London. Kini Prevost terpilih menjadi paus, menggunakan gelar Paus Leo XIV. (Dok. Sr Felisitas OSA)

PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai Paus ke-267 dengan nama Paus Leo XIV.

Dengan demikian, ia kini memimpin lebih dari 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Baca Juga: Kesempatan Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2025, Cek Syarat dan Jadwalnya!

Yang membuat peristiwa ini semakin menarik, Prevost menjadi paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat sekaligus dari Ordo Augustinian.

Dilansir dari Vatican News, Kamis, 8 Mei 2025, Paus Leo XIV lahir pada 14 September 1955 di Chicago, Illinois, dari pasangan Louis Marius Prevost (berdarah Prancis-Italia) dan Mildred Martínez (keturunan Spanyol).

Ia tumbuh dalam keluarga Katolik taat bersama dua saudara laki-lakinya, Louis Martin dan John Joseph.

Sejak kecil, Prevost sudah menjadi putra altar.

Pendidikan awalnya ditempuh di seminari kecil milik Ordo Augustinian, dan kemudian melanjutkan ke Universitas Villanova, Pennsylvania.

Kisah menarik juga datang dari Indonesia, khususnya dari Kalimantan Barat.

Seperti dilaporkan sesawi.net, Sr Felisitas OSA dari Kongregasi Suster-suster Santo Agustinus dari Kerahiman Allah (OSA) di Ketapang pernah duduk satu meja dengan Pater Robert Francis Prevost dalam acara Augustinian Youth Encounter (AYE) di Sydney tahun 2008.

Saat itu, Prevost menjabat sebagai Prior General OSA.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan santai tanpa formalitas berlebihan.

Baca Juga: Kebakaran saat Salat Magrib, Rumah Kayu di Sungai Ambawang Ludes Terbakar

Sr Felisitas mengenang Pater Prevost sebagai pribadi yang rendah hati dan mudah didekati.

Meski kini telah menjadi Paus, kenangan itu tetap hidup sebagai pengalaman spiritual yang mendalam baginya.

Halaman:

Tags

Terkini