Tantangan dalam Mengampuni
Sebagai gembala di Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agustinus mengakui bahwa mengampuni bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang telah mengalami luka batin yang mendalam.
Bapa Uskup juga menyatakan bahwa meskipun pelaku telah dihukum dan dipenjara, korban seringkali masih terpenjara dalam ketakutan, kegelisahan, dan keinginan untuk membalas dendam. Oleh karena itu, Uskup Agustinus mengajak para imam dan umat untuk berani mengampuni dan melepaskan beban tersebut.
Beliau juga berbagi pengalaman pribadi saat baru tiga bulan bertugas menjadi Uskup Agung di Pontianak, di mana beliau menerima pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi tuduhan tidak berdasar.
Beliau memilih untuk tidak menanggapi pesan tersebut dan menerima kritik dengan lapang dada. Menurut beliau, "Ketika kita tidak berani untuk memaafkan maka beban ada pada dalam diri kita."
Sebagai penutup homilinya, Uskup Agustinus mengajak para imam dan umat untuk belajar dan terbiasa dalam hidup untuk mengampuni. Bapa Uskup juga menekankan bahwa pengampunan adalah kunci untuk hidup damai dan harmonis, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelayanan gereja.
Misa Krisma dan Pembaharuan Janji Imamat malam itu menjadi momen sakramental tahunan, juga menjadi kesempatan bagi setiap imam dan umat untuk merenungkan kembali panggilan mereka dalam melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang penuh pengampunan dan kerendahan hati.