religi

Bishop’s Love Affair, Pameran Lukisan Monsinyur Didik, Refleksi Kasih di Atas Kanvas

Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:57 WIB
Monsinyur Didik saat membuka langsung Pameran Lukisan di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya, bertema Bishop’s Love Affair, Selasa, 25 Februari 2025, sore. (Dok. Pontianak Globe)

Lukisan sebagai Refleksi Spiritual

Lukisan-lukisan dalam Bishop’s Love Affair bukan sekadar karya seni, tetapi juga refleksi perjalanan batin seorang pemimpin spiritual.

Baca Juga: Paus Fransiskus Kabulkan Permintaan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM untuk Tidak Diangkat Jadi Kardinal, Begini Keinginan Uskup Bogor Tersebut

Di antara karyanya, Monsinyur Didik mengabadikan dua tokoh yang menjadi teladan hidupnya, yakni Monsinyur Vincentius Sutikno Wisaksono dan Paus Fransiskus.

Kini, dua lukisan tersebut menjadi bagian dari koleksi utama di galeri pameran.

Melalui sapuan warna di kanvas, Monsinyur Didik membagikan kasih Kristus kepada umatnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah lelah membagikan kasih Kristus, sebab Kristus telah lebih dulu mengasihinya.

Hal ini sejalan dengan prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh: “Diligere sicut Christus dilexit” – Mencintai seperti Kristus telah mencintai.

Bagi panitia pameran, prinsip ini bukan sekadar ungkapan iman, tetapi juga sebuah panggilan hidup.

“Sebagai seorang gembala, Monsinyur Didik tidak hanya membimbing umat dengan kata-kata dan tindakan, tetapi juga dengan sapuan kuas yang penuh makna,” kata RP Andreas Kurniawan OP, Art Vice Director Bishop’s Love Affair.

Baca Juga: Uskup Agustinus Agus Dukung Pastor William Chang dengan Doa dalam Tugas Barunya

Tak hanya lukisan, pameran ini juga menampilkan Coat of Arms atau Lambang Kepemimpinan Monsinyur Didik.

Lebih dari sekadar simbol heraldik, lambang ini merupakan deklarasi spiritual, di mana setiap elemennya mencerminkan arah, panggilan, dan komitmen pelayanan dalam menggembalakan umat Keuskupan Surabaya.

“Kita diajak menyadari bahwa kasih adalah panggilan utama setiap orang beriman. Kasih bukan sekadar emosi, melainkan komitmen dan perjalanan yang mengubah hati,” ujar Agustina Wariky, Ketua Pelaksana pameran.

Pameran Bishop’s Love Affair bukan hanya sekadar apresiasi seni, tetapi juga ruang refleksi bagi umat untuk semakin memahami kasih dan pengabdian seorang gembala. ***

Halaman:

Tags

Terkini