Duta Besar Michael Trias Kuncahyono menambahkan, “Alunan Gendhing Kebo Giro dan Shalawat Badr ini menjadi peristiwa monumental yang menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa yang moderat, toleran, dan bersaudara. Hal ini sejalan dengan apa yang sering diungkapkan Paus Fransiskus tentang Pancasila sebagai pengikat keberagaman bangsa.”
Baca Juga: Salurkan Kredit Rp199,83 Triliun, Bukti Komitmen BRI untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional
Pada sore harinya, Ki Ageng Ganjur melanjutkan penampilannya di KBRI Takhta Suci Vatikan, di hadapan tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat Vatikan, diplomat, seniman, dan akademisi.
Selain pertunjukan seni, roadshow mereka juga melibatkan kegiatan seperti workshop musik tradisional Nusantara, dialog budaya, serta ziarah ke tempat-tempat bersejarah di Eropa.
Roadshow ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas agama dan bangsa. ***