religi

Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno Tak Terinjak-injak Meski Misa dengan Paus Dihadiri 87 Ribu Umat Katolik

Kamis, 5 September 2024 | 21:33 WIB
Tidak ada satu pun orang pun yang menginjak-injak rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, selama misa suci yang dipimpin Paus Fransiskus, Kamis, 5 September 2024. (Tim Media Panitia Penyambutan Paus Fransiskus 2024)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tidak ada satu pun orang pun yang menginjak-injak rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, selama misa suci yang dipimpin Paus Fransiskus, Kamis, 5 September 2024.

Rumput lapangan sepak bola yang akan dipergunakan untuk menghadapi Australia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, Selasa, 10 September 2024, tidak digunakan selama perayaan misa.

Baca Juga: 87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat

Rumput juga tidak ditutupi sama sekali.

Hanya saja, lapangan itu diberi pagar.

Umat yang mengikuti misa suci tersebut berada di tribun stadion dan juga di samping lapangan.

Sebelumnya, Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) memastikan tidak menutup rumput lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat misa Paus Fransiskus.

Hal itu juga terlihat selama misa.

Paus Fransiskus tiba di SUGBK sekitar pukul 16.27 WIB dengan mengendarai mobil Maung produksi PT Pindad.

Baca Juga: Bikin Merinding! Begini Profil Tri Natalia Urada, Perempuan Dayak Asal Toho Kalbar Mendapat Tugas Baca Doa Umat di Hadapan Paus Fransiskus

Kehadirannya disambut meriah oleh para jemaat dengan pekikan "Viva Il Papa" yang membuat Paus tersenyum dan melambaikan tangan.

Misa ini diikuti oleh sekitar 87 ribu jemaat dan menjadi bagian dari agenda terakhir Paus Fransiskus selama kunjungannya di Indonesia.

Dalam misa akbar yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, doa umat dibacakan dalam berbagai bahasa daerah Indonesia.

Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Umat Katolik Hidupi 2 Sikap Dasar sebagai Murid Yesus

Acara yang dihadiri oleh puluhan ribu umat Katolik ini menampilkan pembacaan doa dalam bahasa Jawa, Toraja, Manggarai NTT, Batak Toba, Dayak Kanayatn, dan Malind Merauke Papua.

Halaman:

Tags

Terkini