religi

Mengenal Paus Fransiskus: Peduli Terhadap Mereka yang Membutuhkan

Rabu, 4 September 2024 | 13:45 WIB
Lionel Louis Yosef Pailah, seorang siswa kelas IX di SMP Strada Nawar, Bekasi, mengalami kebahagiaan yang tak terduga. (Dok. Pontianak Globe)

 

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tidak mengejutkan ketika Paus Fransiskus diangkat sebagai Uskup Agung Coadjutor Buenos Aires, hanya dalam waktu kurang dari sembilan bulan setelah wafatnya Kardinal Guarracino.

Paus Fransiskus kemudian menggantikan Kardinal Guarracino sebagai Uskup Agung pada tahun 1998.

Baca Juga: Panduan Lengkap E-Meterai CPNS 2024: Link, Cara Pembelian, dan Cara Membedakan yang Asli dari yang Palsu

Pada tahun 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Kardinal dengan gelar San Roberto Bellarmino.

Paus Fransiskus meminta umat yang beriman untuk tidak datang ke Roma guna merayakan pengangkatannya sebagai Kardinal, tetapi lebih baik menyumbangkan dana yang akan mereka gunakan untuk perjalanan tersebut kepada orang miskin dan yang membutuhkan.

"Memikirkan mereka yang tinggal di sana, kondisi, dan sejarahnya," ujarnya dalam Konferensi Aparecida pada tahun 2007.

Sejarah mencatat, Paus Fransiskus telah menjabat sebagai Paus sejak 13 Maret 2013 hingga artikel ini diterbitkan.

Baca Juga: Derita Batin Erika Carlina, Dihantui Ketakutan Menikah dan Membuat Orang Tua Sedih

Kesederhanaan Paus Fransiskus

Meski telah berusia 76 tahun dan menjadi tokoh dunia yang sangat terkenal, Paus Fransiskus tetap menjadi seorang pendeta yang sederhana dan sangat dicintai oleh keuskupannya.

Selama 15 tahun pelayanan episkopalnya, ia sering melakukan perjalanan menggunakan kereta bawah tanah dan bus.

"Umatku miskin, dan aku salah satu dari mereka," ujar Paus Fransiskus, yang kini dikenal sebagai sosok yang sederhana.

Baca Juga: Paus Fransiskus Tiba di Indonesia, Naik Kijang Innova Zenix dan Duduk di Depan

Paus Fransiskus selalu menasihati para imam untuk menunjukkan belas kasih dan menjaga pintu mereka selalu terbuka bagi semua orang.

Halaman:

Tags

Terkini