PONTIANAKGLOBE.COM, LABUAN BAJO -- Vatikan telah membentuk Keuskupan Labuan Bajo dan menunjuk Mgr Maksimus Regus sebagai uskup pertamanya, Jumat, 21 Juni 2024.
Rektor Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng, Dr Maksimus Regus SFil MSi, kini resmi menjadi Uskup Labuan Bajo yang pertama.
Pengumuman ini disampaikan serentak di Gereja Katedral Baru Santa Maria Diangkat ke Surga di Ruteng dan Gereja Roh Kudus di Labuan Bajo.
Dengan pengumuman ini, Keuskupan Labuan Bajo secara resmi menjadi keuskupan ke-38 di Indonesia, memisahkan diri dari Keuskupan Ruteng.
Keputusan ini diresmikan oleh Takhta Suci Vatikan pada 21 Juni 2024.
Dalam keputusan resmi tersebut, Vatikan menyatakan, “Bapa Suci mendirikan Keuskupan Labuan Bajo (Indonesia), dengan wilayah yang dipisahkan dari Keuskupan Ruteng, dan menjadikannya sebagai sufragan Gereja Metropolitan Ende.”
Pastor Maksimus Regus, yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng, ditunjuk sebagai uskup pertama.
Baca Juga: Habemus Episcopum: Vatikan Tunjuk Pastor Yanuarius Teofilus Matopai You Jadi Uskup Jayapura
Keuskupan baru ini akan melayani umat Katolik di Kabupaten Manggarai Barat dengan tiga kevikepan baru: Kevikepan Labuan Bajo, Kevikepan Bari (Pacar), dan Kevikepan Wae Nakeng.
Mgr Maksimus Regus lahir di Woang, Kabupaten Manggarai, pada 23 September 1973.
Ia memulai pendidikan imamatnya di Seminari Menengah Pius XII Kisol, kemudian melanjutkan studi Filsafat dan Teologi di Seminari Tinggi Interdiosesan St Petrus-Ritapiret.
Ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 10 Agustus 2001.
Baca Juga: Vatikan Resmi Rilis Logo dan Moto Kunjungan Paus ke Asia Termasuk Indonesia, Ini Maknanya
Sebagai imam, ia mengawali tugasnya sebagai Vikaris Paroki Cristo Rei (2001-2007) dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Keuskupan untuk Pelayanan Pemuda dan Anggota Komisi Keuskupan untuk Dialog Antaragama (2002-2007).