religi

Apa Itu Perayaan Cap Go Meh? Begini Sejarah dan Maknanya yang Kamu Harus Tahu

Senin, 12 Februari 2024 | 22:53 WIB
Pawai naga Cap Go Meh. (Pixabay/12019)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Cap Go Meh adalah perayaan penting bagi masyarakat Tionghoa yang dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, biasanya jatuh pada bulan purnama pertama di tahun lunar baru.

Baca Juga: Rayakan Tahun Baru Imlek 2024 Shio Naga Kayu, Ini 5 Pilihan Jam Tangan dengan Konsep Naga

Mari kita bahas lebih dalam mengenai sejarah dan makna di balik perayaan ini:

Sejarah Cap Go Meh:

Asal mula perayaan ini tidak memiliki satu cerita pasti, namun terdapat beberapa versi:

  • Penghormatan kepada Dewa Thai-yi: Di zaman Dinasti Han (206 SM - 221 M), seorang biksu Buddha dipercaya melakukan ritual penyalaan lentera untuk menghormati dewa tertinggi, Thai-yi. Ritual ini dilakukan pada malam ke-15 tahun baru Imlek dan kemudian menjadi tradisi.
  • Malam Pengampunan: Dalam Taoisme, hari ke-15 Imlek dipercaya sebagai malam pengampunan dosa dan kesalahan. Masyarakat menyalakan lentera untuk menerangi para arwah dan mengusir roh jahat.
  • Legenda Yuan Xiaojie: Kisah seorang pelayan istana bernama Yuan Xiaojie yang bunuh diri karena dijebak. Masyarakat menyalakan lentera untuk membantunya menemukan jalan pulang ke akhirat.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Imlek 2024 dan Cuti Bersama

Makna Cap Go Meh:

  • Penutup Perayaan Imlek: Cap Go Meh menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dimulai 15 hari sebelumnya.
  • Harapan dan Keberuntungan: Lentera yang diterbangkan membawa harapan untuk keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan di tahun mendatang.
  • Persatuan dan Kebersamaan: Perayaan ini menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat, mempererat hubungan, dan memperkuat rasa persatuan komunitas Tionghoa.
  • Toleransi dan Keharmonisan: Cap Go Meh juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama, dirayakan bersama berbagai masyarakat Indonesia lainnya.

Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2024, 2025, dan 2026: Simbol Harapan dan Keberuntungan

Tradisi Perayaan:

  • Menerbangkan Lentera: Tradisi paling terkenal adalah menerbangkan lentera yang dipercaya membawa harapan dan keberuntungan.
  • Barongsai dan Liong: Pertunjukan barongsai dan tarian naga menjadi hiburan yang memeriahkan suasana.
  • Makanan Khas: Kue onde-onde (yuanxiao) yang berbentuk bulat seperti bulan menjadi hidangan wajib.
  • Tebak-tebakan Lampion: Tebak-tebakan kalimat atau peribahasa yang ditulis di lampion menambah keceriaan suasana.

Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2024: Daftar Libur Nasional Februari 2024 dan Ciri Khas Tahun Naga Kayu

Cap Go Meh merupakan perayaan yang kaya akan sejarah, makna, dan tradisi.

Perayaan ini tidak hanya penting bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman budaya Indonesia. ***

Tags

Terkini