Salib tersebut memiliki tinggi 15 cm dan berwarna kuning keemasan, dengan ornamen khusus di setiap ujungnya dan dapat berdiri dengan sistem ulir.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, memberikan kejutan dengan mengumumkan hadiah ziarah ke Vatikan dan Roma pada tahun 2024 sebagai bentuk penghargaan kepada kedua pastor yang berdedikasi di tempat terpencil ini.
Baca Juga: Paus Minta Doa untuk Perdamaian dan Sinode
Kejutan ini disambut dengan tepuk tangan meriah oleh umat yang hadir.
Sebagai informasi tambahan, Paroki St Lukas Apau Kayan berpusat di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Malinau, Kaltara.
Wilayah pelayanannya mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Malinau, yang melibatkan daerah perbatasan dengan Malaysia, khususnya di Kecamatan Kayan Hulu dan Selatan.
Keberadaan gereja ini di wilayah terisolasi membuat perayaan ulang tahun dan Natal menjadi suatu tantangan bagi umat setempat.
Baca Juga: Dukacita Paus Terhadap Perang di Tanah Suci: Kardinal Parolin Mengecam Serangan Terhadap Israel
Medan sulit dan minimnya alat transportasi menambah kesulitan dalam menghadiri acara tersebut.
Meskipun demikian, lebih dari 500 umat berhasil mengatasi kendala tersebut untuk merayakan perayaan ulang tahun dan Natal 2023.
Mereka menempuh perjalanan yang sulit dengan berbagai moda transportasi, seperti perahu motor dan jalan kaki, untuk sampai ke lokasi perayaan.
Upaya mereka terbayar lunas dengan kehadiran Maria Calista yang menghibur seluruh hadirin.
Selain acara religius, pertandingan eksibisi antara Forkompinda Kabupaten Malinau dan umat Katolik, seperti sepak bola dan bola voli, juga menjadi bagian seru dari perayaan ini.
Perayaan ulang tahun ini tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menyatukan seluruh komunitas di Apau Kayan.
Sambutan dari AM Putut Prabantoro, Taprof Bid. Ideologi Lemhannas RI, mengenai wawasan kebangsaan dan persiapan generasi muda menjadi pemimpin nasional, menambah makna acara ini. ***