religi

Paus Fransiskus Rilis Buku Baru 'Natal di Gua'

Selasa, 21 November 2023 | 18:02 WIB
Rilis Buku Baru "Gua Natal" oleh Paus Fransiskus (Vatikan News)

Singkatnya, kita tidak boleh takut pada hal-hal besar; kita harus maju dan memperhitungkan hal-hal yang lebih kecil.

Itulah mengapa menjaga semangat adegan Natal menjadi penyelamatan dalam kehadiran Allah yang muncul dalam hal-hal kecil, terkadang sepele, dan berulang setiap hari.

Mengetahui bagaimana, untuk memahami dan memilih jalan Allah, kita harus menolak yang memikat tetapi mengarah ke jalan yang buruk adalah tugas yang dihadapi.

Terkait dengan ini, tajam berpikir adalah anugerah besar, dan kita tidak boleh pernah lelah memohonkannya dalam doa.

Para gembala di palungan adalah mereka yang menyambut kejutan Allah dan hidup dalam keheranan ketika mereka bertemu dengannya, menyembahnya: dalam kecil, mereka mengenali wajah Allah.

Manusia pada dasarnya cenderung mencari kebesaran, tetapi itu adalah anugerah untuk tahu bagaimana benar-benar menemukannya: tahu bagaimana menemukan kebesaran dalam kecil yang sangat Allah cintai.

Pada Januari 2016, saya bertemu dengan pemuda Rieti di tempat perlindungan Bayi Yesus, tepat di atas tempat persembunyian Natal. Saya mengingatkan mereka, dan semua orang hari ini, bahwa pada malam Natal ada dua tanda yang memandu kita untuk mengenali Yesus. Salah satunya adalah langit penuh bintang.

Ada banyak bintang, jumlah yang tak terhingga, tetapi di antara semua itu ada satu bintang istimewa, yang mendorong orang Majus untuk meninggalkan rumah mereka dan memulai perjalanan, perjalanan yang akan membawa mereka ke tempat yang tidak mereka ketahui.

Ini terjadi dengan cara yang sama dalam hidup kita: pada suatu saat tertentu, beberapa "bintang" istimewa mengundang kita untuk membuat keputusan, membuat pilihan, memulai perjalanan.

Kita harus memohon Tuhan dengan tegas untuk menunjukkan kepada kita bintang itu yang menarik kita menuju sesuatu yang lebih dari kebiasaan kita, karena bintang itu akan membawa kita untuk merenungkan Yesus, bayi yang lahir di Bethlehem dan yang menginginkan kebahagiaan penuh kita.

Pada malam itu, yang dijadikan kudus oleh kelahiran Juruselamat, kita menemukan tanda yang lain yang kuat: kekecilan Allah.

Para malaikat menunjukkan kepada para gembala bayi yang lahir di palungan. Bukan tanda kekuatan, kemandirian, atau kebanggaan. Tidak.

Allah yang kekal direduksi menjadi manusia yang tak berdaya, lembut, rendah hati. Allah menurunkan diri-Nya agar kita bisa berjalan bersama-Nya dan agar Dia bisa berdiri di samping kita, bukan di atas dan jauh dari kita.

Ketakjuban dan keheranan adalah dua perasaan yang menggerakkan semua orang, muda dan tua, di hadapan adegan Natal, yang seperti Injil hidup meluap dari halaman-halaman Kitab Suci.

Tidak penting bagaimana adegan Natal diatur; itu bisa tetap sama atau berubah setiap tahun; yang penting adalah bahwa itu berbicara kepada kehidupan.

Halaman:

Tags

Terkini