PONTIANAKGLOBE, VATIKAN- Paus Fransiskus dengan hangat menyambut His Holiness Baselios Marthoma Mathews III, Catholicos of the East dan Malankara Metropolitan of the Malankara Orthodox Syrian Church pada tanggal 11 September 2023 selama kunjungan ke Vatikan.
Dalam pidatonya, Paus Fransiskus mengungkapkan rasa terima kasih atas ikatan yang semakin kuat sejak Konsili Vatikan Kedua dan menyoroti kunjungan dan pertemuan bersejarah antara pendahulu mereka masing-masing.
"Boleh saya katakan, Your Holiness, bahwa Anda di sini seperti di rumah, sebagai Saudara yang dikasihi dan dinanti-nantikan," kata Paus Fransiskus.
Iman kuno
Dia mengakui iman kuno Gereja Ortodoks Suryani Malankara, yang berasal dari Santo Tomas Rasul, dan menekankan iman bersama dalam Yesus sebagai Tuhan dan Allah, serta mengungkapkan harapan untuk persatuan menjelang peringatan ke-1700 Konsili Nicaea.
Terkait dengan ini, Sang Paus mengingatkan bahwa iman Santo Tomas tidak dapat dipisahkan dari pengalamannya terhadap luka-luka Tubuh Kristus.
"Pemisahan yang terjadi sepanjang sejarah di antara kita umat Kristen telah menjadi luka-luka yang menyakitkan pada Tubuh Kristus yang adalah Gereja. Kita sendiri terus menyaksikan akibat-akibatnya."
Paus Fransiskus juga mengakui luka-luka yang disebabkan oleh perpecahan sejarah di antara umat Kristen dan perlunya menyembuhkannya bersama.
Dia mendorong doa, kasih, dan dialog sebagai sarana untuk mendekatkan mereka, dengan mengatakan, "sementara itu, Saudara yang terkasih, mari kita maju bersama dalam doa yang membersihkan kita, dalam kasih yang menyatukan kita, dan dalam dialog yang mendekatkan kita satu sama lain."
Kesepakatan bersejarah
Sang Paus kemudian menyebut kesepakatan Krisologis historis dari Joint International Commission, menekankan bahwa perbedaan terminologi tidak boleh memisahkan ketika memberitakan Kristus.
Dia mengingatkan bahwa "pernyataan tersebut dengan baik menyatakan bahwa, 'perbedaan-perbedaan ini dapat ada dalam satu persekutuan yang sama dan oleh karena itu tidak perlu dan seharusnya tidak memisahkan kita, terutama ketika kita memberitakan Kristus kepada saudara dan saudari kita di seluruh dunia dalam istilah yang lebih mudah mereka pahami.'"
Kontribusi terhadap sinodalitas
Paus Fransiskus menekankan pentingnya sinodalitas dan kontribusi pengalaman sinodal Gereja Ortodoks Malankara terhadap proses sinodal Gereja Katolik.