Bacaan Takbir Hari Raya Idul Adha 2023 Lengkap. Lagi Cari Takbir Muqayyad Idul Adha Sobat Globe ?

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Selasa, 27 Juni 2023 | 15:55 WIB
Ilustrasi masjid (Pixabay/beingboring)
Ilustrasi masjid (Pixabay/beingboring)

PONTIANAKGLOBE.COM - Kami hadirkan bacaan takbir Hari Raya Idul Adha lengkap di dalam artikel ini.

Tak hanya lafal Arab, namun juga latin beserta artinya dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Oh ya, perlu diketahui bahwa takbir Idul Adha termasuk dalam Takbir Muqayyad.

Takbir terikat waktu atau takbir muqayyad adalah bacaan takbir yang disunnahkan dibaca pada waktu-waktu khusus.

Dirangkum dari berbagai sumber, takbir Idul Adha dimulai pada 9 Zulhijjah hingga hari Tasyrik terakhir yakni 13 Zulhijjah. Kurang lebih selama lima hari.

Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Kitab Lengkap Fiqh Sunnah Imam Syafi'i (2022), Imam Hakim (1/299) meriwayatkan dari Ali dan Ammar, mereka menyatakan, "Nabi Saw mengeraskan bacaan bismillahir rahmaanir rahim pada sholat fardhu, membaca qunut untuk sholat Subuh, dan mengumandangkan takbir sejak subuh hari Arafah (9 Dzulhijah) sampai waktu sholat Ashar hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijah)."

Baca Juga: Niat Sholat Idul Adha Berjamaah Imam dan Makmum Lengkap. Ikuti Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha Berikut Ini

Bacaan Takbir Hari Raya Idul Adha 2023

Dirangkum Pontianak Globe dari berbagai sumber, untuk melantunkan takbir Hari Raya Iduladha, kamu dapat menggunakan bacaan berikut ini :

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ 

Arab-latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. (3X)

Artinya: “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Kemudian, dapat dilanjutkan dengan melafalkan takbir seperti yang dilakukan Rasulullah SAW saat di Bukit Shafa berikut ini :

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ 

Arab-latin: Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. 

Artinya: “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.

Wallahu a'lam bishawab.

(Bima Kresna)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X