PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Goa Maria dalam tradisi Katolik adalah tempat devosi (doa dan penghormatan) kepada Bunda Maria yang biasanya dibentuk menyerupai gua.
Hal ini terinspirasi dari Gua Massabielle di Lourdes, Prancis—lokasi penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette pada tahun 1858.
Baca Juga: Nyarumkop Punya Tempat Teduh Baru, Uskup Agustinus dan Dango Page
1. Asal-usul Tradisi Goa Maria
Inspirasi utamanya berasal dari Lourdes, di mana umat Katolik percaya Bunda Maria menampakkan diri dan menyampaikan pesan pertobatan serta doa rosario.
Replika atau bentuk serupa gua dibuat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, sebagai tempat doa dan peziarahan.
2. Fungsi Goa Maria
* Tempat Devosi – Umat biasanya datang untuk berdoa, khususnya rosario.
* Peziarahan – Goa Maria sering menjadi tujuan ziarah rohani, terutama di bulan Mei (Bulan Maria) dan Oktober (Bulan Rosario).
* Tempat Perhentian Rohani – Selain untuk berdoa, umat datang untuk mencari ketenangan, merenung, dan memperdalam iman.
3. Elemen Khas di Goa Maria
* Patung Bunda Maria – Umumnya mengenakan pakaian putih dan biru, seperti di Lourdes.
* Taman atau area doa – Tersedia kursi atau bangku untuk umat.
* Lilinan dan bunga – Sebagai ungkapan doa, ucapan syukur, atau permohonan.