In Memoriam Kardinal Miguel Ayuso, Penggerak Dokumen Abu Dhabi Meninggal Dunia di Rumah Sakit Gemelli Roma

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 26 November 2024 | 00:51 WIB
Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Prefek Dikasterium untuk Dialog Antarumat Beragama di Tahta Suci Vatikan, meninggal dunia pada Senin, 25 November 2025, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, dalam usia 72 tahun. (Dok. Pontianak Globe)
Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Prefek Dikasterium untuk Dialog Antarumat Beragama di Tahta Suci Vatikan, meninggal dunia pada Senin, 25 November 2025, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, dalam usia 72 tahun. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, VATIKAN -- Kardinal Miguel Ángel Ayuso Guixot MCCJ, Prefek Dikasterium untuk Dialog Antarumat Beragama di Tahta Suci Vatikan, meninggal dunia pada Senin, 25 November 2025, sekitar pukul 15.00 waktu setempat, dalam usia 72 tahun.

Kardinal Ayuso, yang lahir di Sevilla, Spanyol, pada tahun 1952, dikenal sebagai misionaris Comboni dan pakar Islam.

Ia menjabat sebagai Prefek Dikasterium sejak 2018. Keterlibatannya dalam dialog lintas agama menjadikannya salah satu tokoh penting dalam menciptakan jembatan antara umat beragama.

Baca Juga: Paus Fransiskus Mengangkat Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM sebagai Kardinal Baru Indonesia

Kabar Dukacita dari Paus Fransiskus

Pada pagi hari sebelum wafatnya, Paus Fransiskus menghadiri pertemuan dengan delegasi agama Jain dari India dan berbagai negara.

Dalam acara itu, Paus menyampaikan alasan ketidakhadiran Kardinal Ayuso, dengan mengatakan bahwa, "Beliau sedang sekarat dan memohon doa bagi dirinya."

Hanya beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Kardinal Ayuso mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Gemelli, Roma.

Baca Juga: Kardinal Suharyo Ungkap Paus Fransiskus Tersentuh oleh Sambutan Hangat Selama di Indonesia

Kardinal Ayuso berperan penting dalam penyusunan, peluncuran, hingga penyebaran Dokumen Abu Dhabi, "Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama," yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Grand Imam Al-Azhar, Dr. Ahmad al-Tayyib, pada 4 Februari 2019.

Dokumen ini menjadi landasan dialog Katolik-Islam global.

Atas kontribusinya, Kardinal Ayuso dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada Februari 2023.

Dokumen tersebut juga menjadi inspirasi lahirnya Deklarasi Istiqlal 2024, yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Dr. Nasaruddin Umar.

Karier dan Jabatan Gerejawi

Karier Kardinal Ayuso di Vatikan dimulai pada 2012 ketika Paus Benediktus XVI menunjuknya sebagai Sekretaris Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X