PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tidak ada satu pun orang pun yang menginjak-injak rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, selama misa suci yang dipimpin Paus Fransiskus, Kamis, 5 September 2024.
Rumput lapangan sepak bola yang akan dipergunakan untuk menghadapi Australia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, Selasa, 10 September 2024, tidak digunakan selama perayaan misa.
Baca Juga: 87 Ribu Jemaat Hadiri Misa Paus Fransiskus, Doa Umat Dibacakan dalam Bahasa Adat
Rumput juga tidak ditutupi sama sekali.
Hanya saja, lapangan itu diberi pagar.
Umat yang mengikuti misa suci tersebut berada di tribun stadion dan juga di samping lapangan.
Sebelumnya, Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) memastikan tidak menutup rumput lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno saat misa Paus Fransiskus.
Hal itu juga terlihat selama misa.
Paus Fransiskus tiba di SUGBK sekitar pukul 16.27 WIB dengan mengendarai mobil Maung produksi PT Pindad.
Kehadirannya disambut meriah oleh para jemaat dengan pekikan "Viva Il Papa" yang membuat Paus tersenyum dan melambaikan tangan.
Misa ini diikuti oleh sekitar 87 ribu jemaat dan menjadi bagian dari agenda terakhir Paus Fransiskus selama kunjungannya di Indonesia.
Dalam misa akbar yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, doa umat dibacakan dalam berbagai bahasa daerah Indonesia.
Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Umat Katolik Hidupi 2 Sikap Dasar sebagai Murid Yesus
Acara yang dihadiri oleh puluhan ribu umat Katolik ini menampilkan pembacaan doa dalam bahasa Jawa, Toraja, Manggarai NTT, Batak Toba, Dayak Kanayatn, dan Malind Merauke Papua.
Artikel Terkait
Sekali Lagi Paus Fransiskus Serukan Hentikan Perang di Gaza
Kalaway Institute Sebut Paus Fransiskus Bawa Roh Toleransi, Keberagaman, dan Perdamaian Dunia
Umat Wajib Memiliki Gelang Tiket untuk Mengikuti Misa Suci Bersama Paus Fransiskus di Stadion GBK
Kominfo, PT Pos Indonesia, dan KWI Launching Perangko Khusus Kunjungan Paus Fransiskus
LIONEL, ANAK PELUKIS WAJAH PAUS FRANSISKUS: KEAJAIBAN BISA TERJADI KAPAN SAJA
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Sebagai Tanda Cinta Toleransi Agama