Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia Sebagai Tanda Cinta Toleransi Agama

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Selasa, 3 September 2024 | 15:38 WIB
Paus Fransiskus mendarat di Jakarta (2024)
Paus Fransiskus mendarat di Jakarta (2024)

PONTIANAKGLOBE.COM, Jakarta | 3 September 2024 – Paus Fransiskus akhirnya tiba di Jakarta setelah lebih dari 13 jam perjalanan dengan pesawat kepausan.

Kunjungan ini menandai Perjalanan Apostoliknya yang ke-45 ke luar negeri dan merupakan perjalanan terpanjang selama masa kepausannya, mencakup Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Pesawat kepausan ITA-Airways, yang membawa Bapa Suci dan rombongan pers, mendarat beberapa menit lebih awal di Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta sekitar pukul 11:19 WIB.

Penerbangan dari Bandara Internasional Fiumicino di Roma dimulai pada pukul 17:32 waktu setempat pada hari Senin sore.

Sesampainya di Jakarta, Paus Fransiskus disambut dengan hangat oleh para pejabat dan umat Katolik setempat.

Meskipun hari Selasa akan digunakan untuk istirahat tanpa acara publik, pada hari Rabu, Bapa Suci akan memulai agenda kunjungan intensif selama 12 hari di ibu kota dan beberapa lokasi lainnya.

Paus Fransiskus mendarat di Jakarata (2024)
Paus Fransiskus mendarat di Jakarata (2024)

Selama tiga malam di Jakarta, Paus Fransiskus akan terlibat dalam berbagai kegiatan.

Di antaranya adalah pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal, sebuah simbol penting dalam dialog antaragama di Indonesia, serta perayaan Misa bagi umat Katolik di negara tersebut.

Kunjungan ini mencerminkan komitmen Paus untuk mempromosikan persaudaraan manusia dan dialog antaragama, sesuai dengan ajaran dalam ensikliknya, Fratelli Tutti.

Indonesia, dengan populasi mayoritas Muslim terbesar di dunia, memiliki sekitar 8 juta umat Katolik dari total 280 juta penduduk.

Negara ini dikenal sebagai model toleransi dan koeksistensi antaragama, dan kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai tersebut.

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dari Jakarta, dalam wawancara dengan Vatican News, menyatakan bahwa Indonesia memiliki tradisi koeksistensi yang unik, di mana pernikahan antaragama dan latar belakang keagamaan campuran sering terjadi.

Hal ini menjadikan kunjungan Paus Fransiskus sangat relevan dengan motto kunjungannya: 'Iman, Persaudaraan, Kasih Sayang.'

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X