PONTIANAKGLOBE.COM, ROMA -- Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono, menegaskan bahwa Gereja Katolik tetap memegang teguh doktrin perkawinan Katolik.
Karena itu, Gereja Katolik tidak mengakui adanya perkawinan sejenis.
Trias mengatakan, meskipun memberkati mereka. Tetapi, bukan berkat sebagai tanda atau pengesahan perkawinan.
Dengan kata lain, pemberkatan pasangan sesama jenis tidak sama dengan sakramen pernikahan melainkan berkah biasa sebagaimana diberikan kepada semua orang.
Hal itu disampaikan Dubes Trias saat dimintai tanggapannya soal pemberitaan yang menyebut Vatikan memberikan izin pemberkatan terhadap pasangan sesama jenis.
Kata Trias, doktrin dalam Katolik menyebutkan bahwa perkawinan adalah antara laki-laki perempuan untuk selamanya. Doktrin Katolik tentang perkawinan itu abadi, tidak akan berubah; dari dahulu hingga sekarang, dan mendatang.
Prinsip Perkawinan Katolik seperti yang tertulis dalam dokumen "Fiducia Supplicans" (Memohonkan Keyakinan") adalah perkawinan Katolik merupakan “persatuan yang eksklusif, stabil, dan tidak dapat diceraikan antara seorang pria dan seorang wanita yang secara alamiah terbuka untuk menghasilkan keturunan”
Keyakinan ini didasarkan pada doktrin Katolik abadi tentang perkawinan. Maka, hanya dalam konteks inilah hubungan seksual menemukan maknanya yang alamiah, tepat, dan sepenuhnya manusiawi. Doktrin Gereja tentang hal ini tetap dipegang teguh.
Dengan kata lain, ajaran resmi Gereja Katolik sejak dahulu kala, tentang pernikahan tidak akan berubah. Pernikahan sah di dalam Gereja Katolik tetap hanya terjadi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dan bersifat monogam demi kelanjutan keturunan dan menghidupi kasih Allah yang tercurah melalui kehidupan keluarga.
Baca Juga: Paus Fransiskus Sambut Kunjungan Yang Mulia Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa ke Vatikan
"Dari ketentuan ajaran tersebut, jelas kalau pernikahan sejenis itu tentu bukan prinsip perkawinan Katolik," kata Trias di sela-sela mendampingi Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang mengikuti kegiatan penjurian Zayed Award, di Roma Italia, Rabu, 20 Desember 2023 siang.
Paus Fransiskus tentu akan mempertahankan doktrin perkawinan yang abadi tersebut. Sehingga, tidak akan mungkin Paus Fransiskus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, merestui perkawinan sesama jenis.
Kelompok LGBT
Tentang kelompok LGBT, kata Trias, mereka tidak bisa dinafikan keberadaannya.
Artikel Terkait
Iker Casillas Minta Maaf kepada Komunitas LGBT. Hapus Tweet Mengaku Gay Hebohkan Seantero Dunia, Faktanya?
Fans Qatar Pegang Foto Ozil Sekaligus Balas Aksi Tutup Mulut Timnas Jerman yang bela LGBT
Dubes Amerika Serikat Sung Kim Tegaskan AS Batalkan Kunjungan Utusan Khusus LGBT Jessica Stern ke Indonesia
Paus Fransiskus Sambut Hangat 60 Tahun Diplomasi Vatikan-Korea Selatan: Harapan untuk Perdamaian dan Kesaksian Pemuda
Duta Besar Indonesia Serahkan Surat Kepercayaan kepada Paus Fransiskus di Vatikan
Salib dari Vatikan Diberkati Paus untuk Gereja Paroki Santo Lukas di Apau Kayan, Malinau, Kalimantan Utara