Misi Agung di Vietnam, Inilah Kisah Santo Fransiskus Jaccard

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 21 September 2023 | 11:13 WIB
Santo Fransiskus Jaccard, Misi Agung di Vietnam (Berbagai Sumber)
Santo Fransiskus Jaccard, Misi Agung di Vietnam (Berbagai Sumber)

PONTIANAKGLOBE.COM, RELIGI- Di tengah riuh rendahnya cerita-cerita pahlawan dan martir yang memperjuangkan iman mereka, ada kisah luar biasa Santo Fransiskus Jaccard, seorang misionaris Perancis yang berani menghadapi segala rintangan demi menyebarkan iman Kristen di Vietnam abad ke-19.

Santo Fransiskus Jaccard, yang juga dikenal sebagai MEP (Missions étrangères de Paris), lahir di Onnion, Perancis pada tahun 1799.

Ia memulai pendidikan imamatnya di Seminari Menengah di Melan, dan kemudian melanjutkannya di Seminari Tinggi di Chambery pada tahun 1819.

Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia bergabung dengan Society of Foreign Missions of Paris, sebuah lembaga misionaris yang berpusat di Paris, Perancis.

Tahun 1824 adalah titik awal perjalanan Fransiskus Jaccard sebagai misionaris di Cochin-China, yang sekarang merupakan bagian dari Vietnam.

Ia tiba di Makao pada tahun yang sama dan melanjutkan perjalanannya ke Tonkin, Vietnam, di tahun berikutnya.

Di sana, ia dengan tekun membawa banyak warga pribumi masuk ke dalam iman Kristen.

Kisah Fransiskus Jaccard menjadi semakin menarik ketika ia dipanggil ke istana raja di Min-Menh untuk menerjemahkan manuskrip karya seorang filsuf Perancis.

Keterampilan berbahasa Vietnam-nya membuatnya diangkat tinggal di istana dan membantu menerjemahkan buku-buku berbahasa Perancis ke dalam bahasa Vietnam.

Selama tinggal di istana, ia terus menjalankan misi rohani dengan membabtis beberapa orang pejabat kerajaan, memimpin mereka untuk memeluk agama Kristen.

Namun, perjuangan Santo Fransiskus Jaccard tidak berjalan mulus.

Ia ditangkap dan diadili dengan tuduhan memproklamirkan agama Kristen dan memimpin sekelompok orang Kristen pribumi Vietnam untuk merebut hak milik saudara-saudara mereka.

Meskipun pengadilan menghukum mati Fransiskus, raja memutuskan untuk mengampuninya karena keahliannya sebagai penerjemah yang sangat dibutuhkan.

Namun, ia dilepaskan dengan peringatan keras untuk tidak lagi menyebarkan agama Kristen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X