Selain itu, kandungan garam yang tinggi dalam seblak juga mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Dinas Kesehatan Karawang meluncurkan program Gerakan Remaja Sehat, Keren, dan Cerdas (Gres Kece) untuk menanggulangi masalah anemia ini.
Program ini menyasar sekolah-sekolah, di mana tablet penambah darah akan diberikan kepada remaja putri.
“Tablet penambah darah diberikan sesuai dosis. Untuk remaja yang tidak menderita anemia, dosisnya adalah 1 tablet per minggu. Sementara untuk yang menderita anemia ringan, dosisnya 1 tablet per hari, dan untuk anemia sedang, dosisnya adalah 2 tablet per hari,” jelas dr. Nurmala.
Untuk remaja putri yang mengalami anemia berat, mereka akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Jeon Yeo-been dan Song Hye-kyo Bintangi Film Horor Dark Nuns yang Siap Tayang Januari 2025
Penting bagi remaja putri untuk memperhatikan konsumsi makanan bergizi dan seimbang, agar tidak mengalami kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia.
Konsultasi dengan dokter dan konsumsi suplemen seperti zat besi, vitamin B12, asam folat, serta mineral lain juga dapat membantu meningkatkan kesehatan darah.
Anemia dapat dideteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan pengobatan yang sesuai, mulai dari transfusi darah hingga konsumsi suplemen atau obat yang diresepkan oleh dokter. ***
Artikel Terkait
Cara Membuat Seblak yang enak dan Gurih dengan Rasa Tak Terlalu Pedas
Mengenal HMPV, Virus Mirip Flu yang Ditemukan di Indonesia, Apa Bahayanya?
Kebiasaan Boros, Ternyata Penyebab Utama Masalah Kesehatan Mental yang Sering Terabaikan, Begini Ulasannya
MCU Gratis di Hari Ulang Tahun Mulai Februari, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Virus HMPV dan Fakta Terbaru, Apakah China Masih Destinasi Wisata Aman?
Medsos Ramah Anak di Indonesia, Aturan Baru akan Diberlakukan, Mirip Australia dan Amerika Serikat, Begini Rincian Aturannya