Asal-Usul Papeda: Kuliner Khas Papua dan Maluku yang Muncul Dalam Google Doodle Hari Ini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 20 Oktober 2023 | 11:25 WIB
Google Doodle hari ini menampilkan ilustrasi Papeda, hidangan khas Maluku, sebagai pusat perhatian. (www.google.com)
Google Doodle hari ini menampilkan ilustrasi Papeda, hidangan khas Maluku, sebagai pusat perhatian. (www.google.com)

 

Papeda dan Ikan Mubara

Papeda adalah bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit.

Papeda memiliki warna putih dan tekstur lengket yang menyerupai lem dengan rasa yang tawar.

Makanan ini kaya serat, rendah kolesterol, dan cukup bernutrisi.

Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Papua, sagu digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai makanan.

Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola adalah sajian-sajian sagu yang paling dikenal di berbagai daerah Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika.

Antropolog sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johszua Robert Mansoben, menjelaskan bahwa Papeda lebih dikenal dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani, Arso, serta Manokwari.

Papeda umumnya disantap bersama ikan tongkol, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan ikan gabus, kakap merah, bubara, dan ikan kue.

Selain ikan kuah kuning, bubur Papeda juga dapat dinikmati dengan sayur ganemo yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis bersama bunga pepaya muda dan cabai merah.

 

Manfaat Kesehatan Papeda

Papeda, yang berbahan dasar sagu, memiliki manfaat kesehatan yang beragam. Dalam 100 gram sagu, terdapat 209 kkal energi, 0,3 gram protein, 51,6 gram karbohidrat, 0,2 gram lemak, 27 miligram kalsium, 13 miligram fosfor, dan 0,6 miligram zat besi. Selain itu, dalam tepung sagu terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 sebanyak 0,01 miligram, dan vitamin C sebanyak 0 miligram.

Kandungan-kandungan ini menjadikan sagu sebagai sumber utama karbohidrat atau makanan pokok, serta dapat membantu mengatasi pengerasan pembuluh darah, sakit ulu hati, dan perut kembung.

Tingginya kadar serat dalam sagu memiliki peran penting sebagai prebiotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko kanker usus dan paru-paru, serta mengurangi risiko obesitas serta memperlancar buang air besar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X