Asal-Usul Papeda: Kuliner Khas Papua dan Maluku yang Muncul Dalam Google Doodle Hari Ini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 20 Oktober 2023 | 11:25 WIB
Google Doodle hari ini menampilkan ilustrasi Papeda, hidangan khas Maluku, sebagai pusat perhatian. (www.google.com)
Google Doodle hari ini menampilkan ilustrasi Papeda, hidangan khas Maluku, sebagai pusat perhatian. (www.google.com)

Papeda juga sering menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat, seperti Watani Kame, yang menandai berakhirnya siklus kematian seseorang.

Baca Juga: Sejarah Tempe atau Tempeh yang Mesti Kamu Ketahui ! Google Doodle Hari Ini 29 Oktober 2022 Tempe Mendoan

Makanan ini dibagikan kepada mereka yang membantu upacara tersebut.

Selain itu, Papeda juga memainkan peran sentral dalam upacara kelahiran anak pertama di Inanwatan, Sorong Selatan, Papua Barat.

Dalam upacara ini, Papeda disajikan bersama dengan daging babi.

Di Inanwatan, Papeda juga sering digunakan oleh wanita sebagai penahan sakit saat membuat tato.

Papeda juga memiliki peran penting dalam siklus kehidupan Suku Nuaulu di Pulau Seram, Maluku.

Di sana, Papeda dikenal dengan sebutan "sonar monne" dan menjadi hidangan dalam ritual perayaan masa pubertas seorang gadis.

Namun, Suku Nuaulu dan Suku Huaulu melarang wanita yang sedang dalam masa haid untuk memasak Papeda karena dianggap sebagai tindakan tabu.

Pembedaan utama Papeda dengan bubur biasa adalah cara memakannya.

Papeda biasanya dimakan dengan garpu khusus atau sumpit.

Garpu atau sumpit digunakan untuk menggulung-gulung bubur Papeda hingga membentuk gumpalan besar yang kemudian diletakkan di piring. Karena teksturnya yang kenyal dan lengket, Papeda tidak perlu dikunyah; cukup diseruput dan ditelan.

Selain menjadi hidangan, Papeda juga memiliki makna filosofis yang dalam.

Biasanya disantap oleh satu keluarga dan disajikan dalam alat makan tradisional bernama "helai," yang terbuat dari kayu, dan "hote," yang merupakan piring kayu tempat Papeda disantap.

Bagi mereka, acara makan keluarga adalah ruang diskusi antara orang tua dan anak yang memperkuat ikatan kekeluargaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X