pontianak-insights

Waspada Chikungunya: Kenali Gejalanya, Lindungi Keluarga Anda

Senin, 13 Juli 2026 | 23:28 WIB
Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Disabilitas dan Keluarga Sejahtera, Pemuda Katolik Kota Pontianak, dr. Albert Edo Rahmadi, CNIH.M.Sc. (Wilhelmus Triputra)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Cuaca yang tidak menentu dan musim hujan yang berkepanjangan membuat populasi nyamuk meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Selain demam berdarah, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai penyakit chikungunya yang belakangan kembali menunjukkan peningkatan kasus di sejumlah daerah tropis, termasuk Asia Tenggara. Pemuda Katolik Kota Pontianak, melalui Bidang Kesehatan, Pemberdayaan Disabilitas dan Keluarga Sejahtera, dr. Albert Edo Rahmadi, CNIH.M.Sc, mencoba memaparkan penjelasan lengkap seputar chikungunya yang perlu diketahui masyarakat.

Apa itu Chikungunya?

Chikungunya adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV). Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus — nyamuk yang sama dengan yang menularkan demam berdarah dengue (DBD) dan zika. Karena itu, gejala chikungunya sering mirip dengan DBD sehingga kadang sulit dibedakan tanpa pemeriksaan laboratorium.

Nama "chikungunya" berasal dari bahasa Kimakonde (Afrika), yang berarti "tubuh yang melengkung atau membungkuk". Nama ini menggambarkan postur tubuh penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat yang menjadi ciri khas penyakit ini.

“Di Indonesia sendiri, chikungunya bukan penyakit baru. Penyakit ini pernah dilaporkan pertama kali di Bengkulu pada 1979, dan sejak itu beberapa kali muncul kembali dalam bentuk wabah, misalnya pada 2001–2003 serta 2009–2010,” jelasnya, Senin, 13 Juli 2026.

Penting untuk diketahui: nyamuk penular chikungunya aktif menggigit pada pagi dan sore hari, berbeda dengan sebagian anggapan bahwa nyamuk hanya aktif malam hari.

Tanda dan Gejala

Gejala chikungunya biasanya muncul 2–12 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi, dengan gejala awal umumnya berupa demam yang muncul pada hari ke 3 hingga ke 5.

Gejala yang paling umum meliputi:

  • Demam mendadak dan tinggi
  • Nyeri sendi yang hebat — ini adalah gejala paling khas, sering terasa berat di pergelangan tangan, siku, jari-jari tangan dan kaki, hingga lutut
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Rasa lelah berlebihan (fatigue)

Pada sebagian orang, nyeri sendi bisa begitu hebat sehingga penderita sulit bergerak atau berjalan untuk sementara waktu. Meski umumnya membaik dalam beberapa hari hingga minggu, pada sebagian kasus nyeri sendi dapat menetap hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah infeksi awal.

“Perlu diketahui, ada juga orang yang terinfeksi chikungunya tanpa menunjukkan gejala sama sekali (asimptomatik), sehingga tetap berpotensi menjadi sumber penularan bagi nyamuk lain di sekitarnya,” ujar Albert.

Kelompok yang perlu ekstra waspada karena berisiko mengalami komplikasi lebih berat adalah bayi baru lahir, lansia, serta orang dengan penyakit penyerta (seperti diabetes atau penyakit jantung) atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Meski jarang menyebabkan kematian, penanganan yang tepat tetap penting agar penderita cepat pulih.

Langkah Pencegahan

Karena hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus maupun vaksin yang tersedia luas untuk chikungunya, cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memutus siklus hidup dan mengurangi kontak dengan nyamuk penular. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Di rumah dan lingkungan:

Halaman:

Tags

Terkini