Dukungan Orang Tua Sejak Kecil
Kesuksesan Mikail tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya.
Ayah Mikail, Sumarno, mengungkapkan putranya telah menunjukkan minat terhadap seni lukis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Saat itu, dirinya bersama sang istri yang berprofesi sebagai pedagang kecil berusaha memenuhi kebutuhan anaknya untuk berkarya.
“Sejak kecil Mikail sudah senang menggambar. Waktu masih SD, saya pernah membelikan asbes sebagai media melukis dan hasil gambarnya ternyata sangat bagus,” ujar Sumarno.
Meski kondisi ekonomi keluarga terbatas, mereka terus berupaya menyediakan kanvas dan perlengkapan melukis agar bakat Mikail dapat berkembang.
“Modal kami pas-pasan, tetapi kami berusaha semaksimal mungkin mendukung bakatnya,” katanya.
Menurut Sumarno, Mikail juga berhasil mencatat nilai tertinggi saat mengikuti seleksi masuk SMSR Yogyakarta.
“Waktu tes masuk, dia diminta menggambar daun menggunakan sebatang kayu. Nilainya tinggi dan akhirnya diterima. Sejak saat itu bakatnya semakin terasah,” tuturnya.
Selama bersekolah, Mikail aktif mengikuti pameran seni dan berbagai proyek mural di sejumlah sekolah.
“Tentu kami bangga melihat karyanya sekarang diapresiasi banyak orang,” tambahnya.
Seniman Realis Kontemporer
Di balik prestasinya, Mikail memilih tetap rendah hati dan fokus mengembangkan kemampuan artistiknya.
Ia mengaku tertarik pada aliran realis kontemporer, yakni menciptakan karya berdasarkan realitas yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.