pontianak-insights

Mobile Journalism Bukan Sekadar Membuat Video dan Artikel, Tapi Bercerita dengan Bertanggung Jawab

Rabu, 17 Juni 2026 | 22:34 WIB
Editor in Chief PontianakGlobe.com, Stefanus Akim, menyampaikan materi Mobile Journalism dalam pelatihan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta bekerja sama dengan American Corner Universitas Tanjungpura, Pontianak, Selasa (17/6). (Pontianak Globe/Stefanus Akim)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Smartphone telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi dan memproduksi informasi.

Jika dahulu berita identik dengan ruang redaksi, kamera profesional, dan peralatan mahal, kini hampir setiap orang dapat membuat dan menyebarkan informasi hanya melalui perangkat yang ada di genggamannya.

Baca Juga: Mobile Journalism, saat Smartphone Berubah Menjadi Ruang Redaksi, Begini Trik dan Tips dari Severianus Endi

Perubahan tersebut menjadi salah satu fokus materi yang disampaikan Editor in Chief PontianakGlobe.com, Stefanus Akim, dalam pelatihan Mobile Journalism (MoJo) yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bekerja sama dengan American Corner Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak.

Dalam pemaparannya, Stefanus Akim mengajak peserta memahami perubahan besar yang terjadi dalam lanskap media digital.

Saat ini, masyarakat tidak lagi hanya mengakses informasi melalui koran, radio, atau televisi, tetapi semakin banyak mengandalkan smartphone dan media sosial sebagai sumber informasi utama.

Menurut data yang dipaparkannya, jumlah pengguna internet dunia telah melampaui enam miliar orang.

Sementara di Indonesia, pengguna internet mencapai lebih dari 235 juta jiwa atau sebagian besar populasi nasional.

Baca Juga: American Corner Untan, Ruang Belajar Gratis untuk Anak Muda Kalimantan Barat

Media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, YouTube, dan X menjadi platform yang paling sering digunakan masyarakat untuk mencari informasi maupun hiburan.

"Karena itu, kemampuan bercerita melalui platform digital menjadi semakin penting. Bukan hanya bagi jurnalis, tetapi juga bagi mahasiswa, pelajar, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum," ujarnya.

Cerita yang Dekat dengan Manusia

Dalam konsep Mobile Journalism, teknologi hanyalah alat.

Yang menentukan apakah sebuah konten menarik atau tidak adalah kualitas cerita yang disampaikan.

Stefanus menjelaskan bahwa cerita yang baik biasanya memiliki beberapa unsur penting, seperti kedekatan dengan kehidupan manusia, sudut pandang yang jelas, visual yang kuat, informasi yang akurat, serta kemampuan membangun koneksi emosional dengan audiens.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB