pontianak-insights

Petouring Italia Tinggalkan Pontianak Setelah 12 Hari Bersama Komunitas Vespa FRKP

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:02 WIB
Perjalanan boleh berlanjut, tetapi persaudaraan tetap tinggal. Hilario, petouring asal Italia, meninggalkan Pontianak menuju etape berikutnya setelah 12 hari merasakan hangatnya kebersamaan bersama komunitas Vespa FRKP. (Pontianak Globe/Stefanus Akim)

PONTIANAKGLOBE:COM; PONTIANAK -- Setelah menghabiskan 12 hari di Kota Pontianak dan bermalam di Posko FRKP WB Vespa Lovers, Hilario, seorang petouring dunia asal Italia, akhirnya melanjutkan perjalanan panjangnya dengan mengendarai Vespa Sprint kesayangannya.

Dari Pontianak, Hilario akan melanjutkan rute perjalanannya menuju Bali, kemudian Australia, sebelum kembali ke kampung halamannya di Francis, Italia.

Baca Juga: Menembus Batas Altar, Kiprah Kemanusiaan Tanpa Sekat Bruder Stephanus Paiman OFM Cap

Selama hampir dua pekan tinggal bersama komunitas FRKP, Hilario mengaku merasakan suasana yang hangat dan penuh persaudaraan.

Ia bahkan menyebut posko FRKP sebagai rumah keduanya.

"Saya merasa seperti berada di rumah sendiri. Semua orang menghormati privasi saya. Saat beristirahat, saya bisa benar-benar tenang tanpa gangguan. Ketika bekerja menyusun laporan perjalanan, saya juga merasa aman dan nyaman," ungkap Hilario.

Sebagai seorang vegetarian, ia mengatur sendiri kebutuhan makanannya sesuai dengan pola hidup yang dijalaninya.

Di akhir masa tinggalnya, Hilario menyampaikan harapan untuk kembali suatu hari nanti.

"Suatu saat saya akan datang lagi ke FRKP. Ini adalah rumah baru saya," katanya sambil tersenyum.

Kepergian Hilario dilepas oleh Bruder Stephanus Paiman OFMCap, anggota komunitas Vespa yang selama ini mendampinginya selama berada di Pontianak.

Mengusung semangat "Satu Vespa, Sejuta Saudara", Bruder Stephanus mengaku senang karena Hilario memilih tinggal bersama komunitas dibandingkan menginap di hotel.

"Saya melihat Hilario sebagai seorang musafir yang melalui perjalanan panjangnya justru mengajarkan banyak hal tentang kehidupan," ujarnya.

Menurut Bruder Stephanus, salah satu hal yang paling mengesankan dari sosok Hilario adalah kedisiplinannya dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Ketika merasa lelah dan ingin beristirahat, Hilario selalu berpamitan terlebih dahulu sebelum masuk ke tendanya yang dipasang di ruang tamu posko.

Bahkan saat hujan deras mengguyur kawasan Purnama dan sekitarnya hingga menyebabkan tendanya terendam air, ia tetap menjalani situasi tersebut dengan santai.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB