pontianak-insights

DPR Pernah Usulkan, Kini Kepala BGN Serius Kaji MBG Lewat Kantin Sekolah

Minggu, 7 Juni 2026 | 19:35 WIB
Menyoroti wacana pembagian ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis kantin sekolah. (Dok. BGN)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wacana perubahan skema distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah mengkaji pemanfaatan kantin sekolah sebagai pusat distribusi makanan bergizi bagi siswa sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala BGN, Nanik S. Deyang, yang menyebut pendekatan baru itu bertujuan mengurangi beban APBN tanpa mengurangi kualitas pelayanan maupun sasaran program.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Tak Mundur, Istana Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet

Wacana tersebut mencuat setelah adanya pergantian kepemimpinan BGN dari Dadan Hindayana kepada Nanik.

"Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN," kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, BGN tidak harus terus membangun dapur baru untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

"Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya," tegasnya.

"Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah," ungkap Nanik.

Wacana pemanfaatan kantin sekolah sebenarnya bukan hal baru. Gagasan serupa sempat mengemuka pada 2025 di tengah berbagai kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Program MBG.

Saat itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengusulkan agar kantin sekolah diberi peran lebih besar dalam penyelenggaraan MBG. Menurutnya, model tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan China.

Berbeda dengan konsep dapur MBG yang melayani banyak sekolah, Said mengusulkan agar kantin sekolah cukup melayani kebutuhan siswa di sekolah masing-masing.

"Bebannya terlalu berat kalau 3.000, disesuaikan saja 1.000," kata Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada September 2025.

"Atau, pemerintah dalam hal ini mengambil posisi yang ekstrem, langsung dapur MBG di sekolah-sekolah," sambungnya.

Ia menilai pola tersebut berpotensi meningkatkan kualitas makanan karena proses distribusi menjadi lebih singkat.

"Cakupannya (dapur) hanya di sekolah itu saja, itu akan lebih luar biasa," beber Said.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB