PONTIANAKGLOBE.COM, GORONTALO UTARA -- Bencana banjir bandang yang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menjadi sorotan publik setelah sejumlah video kondisi lokasi terdampak beredar luas di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @pandemictalks pada Sabtu (30/5/2026), terlihat derasnya arus banjir membawa lumpur dan material yang merusak permukiman warga. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam diduga menjadi pemicu utama bencana.
Baca Juga: Teluk Buli Memerah, WALHI Desak Audit Total Aktivitas PT FHT
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan terhadap warga terdampak.
Pengelola Data Pusdalops PB BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar rumah warga di sejumlah desa terdampak masih tertutup material lumpur.
Selain rumah, beberapa kios dan tempat usaha milik warga juga mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.
"Hasil pemantauan kami di Desa Didingga, sebagian besar rumah warga saat ini tertimbun lumpur," kata Nasaru.
"Sementara beberapa rumah dan tempat usaha warga mengalami kerusakan," lanjutnya.
Berdasarkan data sementara BPBD, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kecamatan Biau pada Rabu (27/5) sore. Ketinggian air saat itu dilaporkan mencapai antara 100 hingga 250 sentimeter di sejumlah kawasan permukiman.
Hingga Sabtu (30/5), tercatat sedikitnya lima desa terdampak, yakni Desa Bualo sebanyak 132 kepala keluarga, Desa Didingga 115 kepala keluarga, Desa Biau 122 kepala keluarga, Desa Omuto 85 kepala keluarga, serta Desa Luhuto 75 kepala keluarga.
Ratusan rumah warga di lima desa tersebut dilaporkan terdampak banjir, baik akibat genangan maupun timbunan lumpur yang terbawa arus.
Meski kondisi air mulai berangsur surut, material lumpur, kayu, dan sampah masih menutupi sejumlah rumah warga serta akses jalan di beberapa titik desa terdampak. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Empat Kesepakatan Baru Indonesia-Prancis Tembus Rp61 Triliun
BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo Utara terus melakukan asesmen lapangan, evakuasi, serta koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan pascabencana.
Upaya pembersihan rumah warga dari lumpur dan material banjir juga terus dilakukan untuk membantu masyarakat kembali beraktivitas.