pontianak-insights

Kornelius Purba: Jurnalisme Gereja Harus Membawa Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:18 WIB
Jurnalis senior The Jakarta Post, Kornelius Purba, saat berbicara di hadapan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 di Pontianak, Sabtu, 30 Mei 2026. (Komsos KAP)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Di tengah derasnya arus informasi yang sering dipenuhi konflik, kontroversi, dan kabar buruk, media Gereja memiliki panggilan berbeda: menghadirkan harapan.

Pesan itu disampaikan jurnalis senior The Jakarta Post, Kornelius Purba, saat berbicara di hadapan peserta Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII 2026 di Pontianak, Sabtu, 30 Mei 2026.

Baca Juga: Gym Membership vs Olahraga Gratis di Taman Digulis: Mana Investasi Kesehatan yang Paling Ramah UMK?

Menurut Kornelius, jurnalisme Gereja tidak boleh berhenti pada pelaporan kegiatan internal semata.

Media Gereja perlu menjadi ruang yang menghadirkan kisah-kisah kemanusiaan yang mampu menginspirasi masyarakat.

“Wartakanlah nilai-nilai Kristiani kepada dunia melalui karya jurnalistik yang humanis dan berorientasi pada good news,” ujarnya.

Ia menilai masih banyak kisah inspiratif yang lahir dari lingkungan Gereja maupun masyarakat yang belum mendapat perhatian publik.

Baca Juga: Jangan Asal Ikut-Ikutan, Panduan Membaca 'Rapor' Saham Konsumer Buat Pemula Sebelum Klik Tombol Beli

Padahal cerita-cerita semacam itu dapat menjadi sumber harapan bagi banyak orang.

Kornelius mengajak para pegiat komunikasi sosial untuk lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dari sanalah lahir cerita-cerita yang autentik dan menyentuh.

Menurutnya, kekuatan sebuah berita tidak selalu terletak pada besarnya peristiwa, melainkan pada nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Ganti ‘Ngopi Cantik’ Jadi ‘Ngopi Tiam’ Begini Trik Anak Muda Pontianak Amankan Dana Darurat Tanpa Kehilangan Vibe

“Saya harap para pastor, pegiat Komsos, dan umat lebih aktif membagikan kisah-kisah inspiratif dari lingkungan Gereja maupun masyarakat,” katanya.

Di era digital saat ini, media Gereja memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau masyarakat luas.

Halaman:

Tags

Terkini