pontianak-insights

Kekayaan Budaya Kalbar Sambut Peserta PKSN XIII 2026 di Pontianak

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:58 WIB
Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Mgr Didik) didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak (KAP), Mgr Agustinus Agus menerima pengalungan syal motif Dayak dan pemasangan gelang dari Sekretaris KAP RP Aloysius Adiantus CP saat prosesi penyambutan peserta PKSN XIII. (Komsos KAP)

“Gereja dipanggil untuk menghadirkan komunikasi yang menyejukkan, jujur, dan membawa harapan. Media dan teknologi hendaknya dipakai bukan untuk memecah, melainkan untuk memperkuat persaudaraan, membela kebenaran, dan menjaga martabat manusia,” kata RD Alexius.

Baca Juga: Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia

Sekretaris Keuskupan Agung Pontianak, RP Adiantus Aloysius CP, mewakili Administrator Apostolik, Mgr Samuel Oton Sidin OFM Cap, menyebut, komunikasi yang sejati bukan sekadar menyebarkan informasi. Melainkan membangun perjumpaan antar wajah, mendengarkan suara hati sesama, dan mewartakan kebenaran dengan penuh belas kasih.

Sementara Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, menyebut, seni pantun bisa menghangatkan suasana komunikasi. Dia memulai sambutannya dengan berpantun: Sudah lama tidak ke ladang/Batang tebu sudah meninggi/Sudah lama rasanya kita tidak saling pandang/Rasa rindu setengah mati.

“Kita tidak bisa menolak dan menghindari tantangan komunikasi yang sangat modern ini. AI itu bisa membantu dalam banyak hal, tetapi tetap itu produk-produk manusia,” ujar Mgr Agus.

Mgr Didik berharap, Komisi Komsos di setiap Keuskupan mampu menghadirkan wajah dan suara Gereja bagi masyarakat. Di samping mewujudkan wajah sinodalitas Gereja, juga mewujudkan misi untuk menaburkan, menebarkan, menggarami, mengurapi seluruh dunia dengan kabar sukacita.

“Di sini kita lintas batas untuk saling menjumpai dan mewujudkan wajah tulus dan otentik antara kita sekalian. Saat kita berjumpa, agar terjadi proses untuk belajar. ​Akhirnya kita juga berbagi satu sama lain,” ujar Mgr Didik. ***

Halaman:

Tags

Terkini