PONTIANAKGLOBE.COM, TEBUIREN -- Indonesia Financial Group kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat program IFG Goes to School 2026 yang digelar di SMP A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng dan diikuti sekitar 900 peserta dari kalangan siswa kelas 7 hingga kelas 9 serta para guru.
Sebagai holding BUMN di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG menilai peningkatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk membangun generasi muda yang memahami pengelolaan keuangan dan risiko finansial sejak dini.
Baca Juga: Diduga Curi Motor Sebelum Nikah, Pengantin Pria di Garut Diciduk Polisi
Program edukasi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan IFG Goes to School yang sebelumnya telah dilaksanakan di Sekolah Alam Bogor.
Dalam kegiatan kali ini, IFG menghadirkan Ibrahim Kholilul Rohman sebagai narasumber utama.
Mengusung tema “Guru Terliterasi, Santri Terinspirasi”, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, mulai dari perencanaan masa depan, pengaturan pengeluaran, investasi, hingga pengelolaan risiko dan proteksi finansial.
Selain itu, siswa dan guru juga diberikan edukasi mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga pentingnya membangun gaya hidup produktif dan tidak konsumtif.
Melalui sesi diskusi yang interaktif, peserta turut diajak memahami nilai etika, disiplin, integritas, serta kebermanfaatan sosial dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
“Melalui program ini, kami ingin memperkuat peran generasi muda, khususnya siswa dan guru, agar semakin melek terhadap pengelolaan risiko dan keuangan,” kata Denny S. Adji.
“Harapannya, akan terbentuk generasi yang memiliki pola pikir finansial yang bijak serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab di masa depan,” lanjutnya.
IFG juga menegaskan bahwa penciptaan nilai perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi, tetapi juga kontribusi terhadap aspek Environment, Social & Governance (ESG) atau nilai sosial berkelanjutan.
Baca Juga: Tak Digaji, Ibu Ini Rela Hentikan Kendaraan di Perlintasan Kereta
Melalui berbagai program edukasi dan literasi keuangan, IFG berharap dapat mendukung terciptanya industri asuransi dan penjaminan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Ke depan, IFG berkomitmen untuk terus memperluas program literasi keuangan demi menciptakan generasi muda yang cerdas finansial, sadar risiko, serta mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Indonesia.***