pontianak-insights

Kabut Tebal, Nyawa Melayang! Minibus Rombongan Haji Dihantam KA Argo Bromo Anggrek

Minggu, 3 Mei 2026 | 20:32 WIB
Kendaraan rombongan jemaah calon haji tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, Jawa Tengah. (Dok. Instagram/infopulokulon.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, GROBOGAN -- Kecelakaan tragis kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang, kali ini melibatkan minibus rombongan pengantar calon jemaah haji di Grobogan, Jawa Tengah.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (1/5/2026) dini hari di Desa Tuko, Pulokulon. Mobil Toyota Avanza bernomor polisi K 1060 ZP yang ditumpangi sembilan orang tertemper Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Baca Juga: Detik-detik Mobil Innova Hantam Anak Sekolah di Pandeglang

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Arie, mengungkapkan kecelakaan diduga dipicu keterbatasan jarak pandang akibat kabut tebal yang menyelimuti lokasi saat kejadian.

“Dari hasil olah TKP sementara, saat kejadian, kondisi di lokasi berkabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar 10 meter. Diduga pengemudi tidak melihat adanya kereta yang melintas,” ujarnya.

Insiden terjadi sekitar pukul 02.52 WIB. Minibus melaju dari arah selatan ke utara, sementara kereta melintas dari barat ke timur di jalurnya.

Akibat tabrakan tersebut, empat orang meninggal dunia, termasuk seorang balita berusia 2,5 tahun. Sementara dua penumpang lainnya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Grobogan untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Daud Yordan Suntikkan Mental Juara ke Mahasiswa AKUB Pontianak

Perangkat Desa Sidorejo, Heri Siswanto, menjelaskan rombongan pengantar terdiri dari dua kendaraan. Mobil pertama berhasil melintas dengan selamat, namun mobil kedua mengalami kecelakaan.

“Dari sembilan penumpang empat meninggal, termasuk cucuk dari calon jemaah haji,” ungkapnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, mobil tampak terpental hingga masuk ke area persawahan setelah tertabrak kereta. Warga dan aparat terlihat berada di lokasi untuk proses evakuasi.***

 

Tags

Terkini