PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Kisah pilu kembali muncul dari tragedi kecelakaan KRL rute Cikarang yang tertabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Salah satu korban meninggal dunia adalah Arinjani Novita Sari, yang menjadi bagian dari 16 korban jiwa dalam insiden tersebut.
Arinjani, yang bekerja sebagai auditor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, dikenal sebagai sosok pekerja keras. Dalam kesehariannya, ia kerap menitipkan sepeda motornya di sebuah tempat parkir langganan sebelum berangkat kerja.
Baca Juga: Bawa Uang Rupiah dan ID Palsu, 3 WNI Digelandang Polisi Arab Saudi
Kisahnya menjadi viral setelah dibagikan oleh akun X @berlarian. Dalam utas tersebut diceritakan bahwa Arinjani sudah sangat dipercaya oleh pemilik parkiran, bahkan kerap meninggalkan kunci motor karena sudah menjadi pelanggan lama.
“Dia selalu nitipin motor beserta kuncinya karena udah langganan dari lama. Ini aku sama Bapak lagi antar motornya pulang,” tulisnya.
Tak hanya itu, mendiang yang akrab disapa Arin juga sering pulang larut malam atau bahkan tidak pulang karena pekerjaan. Dalam kondisi tersebut, ia biasanya menggunakan taksi, sementara motor tetap ditinggalkan di parkiran.
“Kalau lagi nggak pulang karena urusan kerjaan atau pulang malam, Arin pulang naik taksi,” ungkapnya.
“Nanti, ayahnya yang ambil motor ke parkiran Bapak biar besok bisa dipakai kerja lagi. Bener-bener anak kesayangan,” lanjutnya.
Hubungan antara Arin dan pemilik parkiran pun terjalin akrab. Bahkan, ibunda Arin pernah menyebut bahwa anaknya sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena hampir setiap hari bertemu.
Pemilik parkiran juga terbiasa menunggu jika Arin belum pulang sesuai jadwal kereta biasanya, atau setidaknya mendapat kabar dari pihak keluarga.
Namun, kebiasaan itu kini hanya tinggal kenangan. Momen paling menyayat hati terjadi saat motor Arin diantarkan pulang tanpa kehadiran pemiliknya.
“Sampai sekarang masih nyesek banget, yang awalnya masih ngobrol tenang, tiba-tiba nangis waktu sadar motor anaknya udah diparkir depan rumah, dan awalnya nggak mau ambil kunci motornya,” tulisnya.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Pria Ini Hajar Pengendara Wanita di Jalanan
Kesedihan sang ayah pun tak terbendung. Ia bahkan sempat menolak melihat motor tersebut karena tak siap menerima kenyataan.
“‘Nggak bisa saya lihat motornya pak,’ ‘Nggak mau kalau pak yang pulang motornya aja.’ Mungkin sebelumnya, kalau motor udah ada di rumah tanda anak perempuannya udah pulang, udah kumpul lagi sama keluarga,” lanjutnya.