PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menyikapi viralnya potongan video pidato saat berbicara di Masjid Kampus pada Kamis, 5 Maret 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PATRIA PMKRI secara resmi mengundang tokoh nasional tersebut dalam sebuah dialog kebangsaan.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 di , Menteng, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Padre Marco Solo: Refleksi Perdamaian Paus Leo XIV Melawan Perang
Mengusung tema “Merawat Tenun Kebangsaan”, dialog ini digelar sebagai upaya meredam potensi polarisasi di tengah masyarakat akibat beredarnya potongan video pernyataan tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP PATRIA PMKRI, , dalam keterangan persnya, Senin (13/4/2026), menyebut undangan kepada Jusuf Kalla merupakan langkah strategis untuk meluruskan serta menyelaraskan persepsi publik.
“Ini merupakan langkah strategis PATRIA dalam meluruskan dan menyelaraskan persepsi terkait penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dialog tersebut tidak hanya bertujuan menyamakan pemahaman, tetapi juga membahas langkah konkret dalam merawat persaudaraan nasional, terutama di tengah masih minimnya literasi publik.
Baca Juga: Yang Tinggal, Yang Masih Berjejak
“Dialog langsung dengan Pak Jusuf Kalla sangat penting untuk mencegah polarisasi di tengah masyarakat dewasa ini,” lanjutnya.
Ramses juga menegaskan bahwa forum ini diharapkan mampu meredam emosi publik yang tersulut akibat potongan video yang beredar luas. Menurutnya, pernyataan Jusuf Kalla saat itu disampaikan dalam konteks membedah kondisi psikologis pelaku konflik di Poso dan Ambon pada masa lalu, bukan dalam rangka menafsirkan ajaran agama.
PATRIA PMKRI meyakini, dengan pengalaman dan kearifan Jusuf Kalla sebagai tokoh perdamaian, dialog ini dapat menjadi teladan bagi generasi muda dalam menyelesaikan perbedaan melalui ruang dialog dan persaudaraan. ***