PONTIANAKGLOBE.COM, PEMALANG -- Publik kembali menyoroti hasil investigasi dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami siswa TK di Pemalang. Kasus ini sebelumnya menimpa siswa TK Pertiwi Kartika Sari di Kecamatan Ulujami yang mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Operasional Badan Gizi Nasional melalui SPPG Pemalang Ulujami Bumirejo sebelumnya telah dihentikan sementara sejak 12 Maret 2026 untuk proses investigasi lebih lanjut.
Baca Juga: Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM
Dalam temuan terbaru yang disampaikan melalui akun resmi BGN, disebutkan bahwa siswa terdampak belum mengalami infeksi, namun sudah menunjukkan indikasi awal ke arah tersebut.
“Artinya bakteri penyebab infeksi telah masuk ke dalam tubuh, namun belum berhasil berkembang biak dalam jumlah cukup sehingga terjadi infeksi di saluran pencernaan,” jelas BGN.
BGN menambahkan bahwa penanganan yang diberikan kepada siswa hanya sebatas meredakan gejala seperti nyeri lambung, muntah, serta mengganti cairan tubuh yang hilang.
Dari hasil investigasi, menu yang dikonsumsi saat kejadian meliputi sandwich, telur ceplok, selada, timun, es kuwut, serta keju slice.
Namun, BGN menyoroti satu menu yang diduga menjadi penyebab utama, yakni minuman es kuwut.
“Berdasarkan gejala siswa terdampak juga menunjukkan penyebab utamanya berasal dari air yang digunakan untuk menyiapkan es kuwut yang berbahan sirup marjan, melon, selasih, serutan buah melon, dan air,” ungkapnya.
Baca Juga: Pernyataan Wagub Kalbar Mengenai Pembangunan Infrastruktur Picu Amarah Publik
BGN juga menemukan adanya masalah dalam proses pengolahan, terutama waktu penyerutan buah melon yang terlalu dini sehingga jarak antara persiapan dan konsumsi terlalu lama.
Sebagai tindak lanjut, distribusi makanan dari SPPG terkait resmi dihentikan sementara sejak 16 Maret 2026. Selama masa penghentian, pihak penyelenggara diminta melakukan perbaikan dan renovasi guna memastikan standar keamanan pangan terpenuhi.***