PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Wali Kota mengambil langkah cepat untuk mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Pontianak.
Ia memerintahkan seluruh SPBU beroperasi 24 jam.
Ia juga meminta Pertamina harus memastikan distribusi dilakukan sebelum stok habis.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman di Tengah Konflik Global
Aparat kepolisian dan TNI juga disiagakan di SPBU guna menjaga kelancaran dan keamanan.
Kebijakan ini diambil untuk mempercepat pelayanan dan mengurai antrean.
Sebelumnya, mobil tangki Pertamina juga telah diizinkan melintas di dengan pengawalan agar distribusi lebih lancar.
“Kita minta distribusi diatur lebih baik, sehingga pengisian dilakukan sebelum stok kosong,” tegas Edi.
Kendala Utama di Distribusi
Menurut Edi, antrean panjang bukan karena kelangkaan BBM, melainkan kendala teknis di lapangan, khususnya pada distribusi dan bongkar muat.
“BBM ini ada. Permasalahan lebih kepada teknis distribusi,” jelasnya.
Baca Juga: Pasokan BBM Kolaps di Sumatera: Pertamina Mengaku Distribusi Putus Total
Pemkot bersama kepolisian meningkatkan pengawasan guna mencegah penimbunan dan penjualan dengan harga tidak wajar.
“Untuk oknum yang diduga menimbun, saat ini sedang diteliti oleh Polresta,” ujarnya.
Masyarakat juga diimbau tidak membeli secara berlebihan karena stok dipastikan tersedia.