Pesan itu kemudian dibalas oleh admin dengan kalimat, “Oh kakaknya mau angkut? Terima kasih banyak atas kepeduliannya ya.”
Jawaban tersebut memicu reaksi dari warganet yang menilai respons tersebut kurang tepat di tengah kritik publik.
Belakangan pihak bus Madu Kismo kembali memberikan klarifikasi melalui unggahan terbaru dengan menggunakan nomor kontak baru. Mereka menyatakan bahwa pesan sebelumnya bukan dibalas oleh admin resmi perusahaan.
Sementara itu, perusahaan juga menyampaikan bahwa sopir dan kru yang terlibat dalam insiden tersebut telah dijatuhi sanksi berupa skorsing selama satu bulan dan tidak diperbolehkan bekerja sementara waktu.***