pontianak-insights

MBG Dikritik Warga Grobogan, Paket 3 Hari Jadi Perdebatan

Senin, 9 Maret 2026 | 21:22 WIB
Warga Purwodadi mengkritik pelaksanaan MBG agar berbenah. (Dok. Instagram/tailormbak)

PONTIANAKGLOBE.COM, PURWODADI -- Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis selama bulan Ramadan menjadi sorotan setelah berbagai keluhan muncul di media sosial. Sejumlah video yang beredar memperlihatkan orang tua siswa mempertanyakan kualitas menu yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Keluhan tersebut di antaranya menyoroti kesesuaian nilai gizi serta porsi makanan yang dianggap tidak sebanding dengan standar anggaran per paket program MBG.

Baca Juga: Enzy Storia Kenang Sahabatnya, Vidi Aldiano Pergi dengan Tenang

Salah satu kritik datang dari warga asal Purwodadi yang membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @tailormbak. Ia mengaku sering mengkritik pelaksanaan program MBG dengan harapan agar ada perbaikan.

“MBG itu memang wajib dikritik, bukan aku tidak bersyukur, tapi supaya terjadi pembenahan,” ujarnya dalam unggahan yang dikutip pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menurutnya, kritik terhadap program tersebut bukan berarti menolak atau membenci kebijakan pemerintah, melainkan agar pelaksanaannya bisa lebih baik dan merata di setiap sekolah.

“Kritik itu bukan maksud menghujat, tapi supaya terjadi perbaikan. Sekarang gini, kalau yang di sekolah sana isi MBG bagus tapi kok anakku yang sekolah di sini nggak bagus, ya jelas protes. Harusnya bisa disamakan, kan?” paparnya.

Ia juga memperlihatkan menu MBG yang diterima setelah dirinya beberapa kali menyampaikan kritik kepada pihak pelaksana. Dalam video tersebut, terlihat paket makanan berisi roti, minuman, dan susu.

“Ini sekarang ada roti tawar, ini mungkin roti pisang. Terus ada es kluwut, ada susu full cream. Ini yang kemarin protes aku protes soal susu, ini bukan minta ganti susu rasa, bukan terus-terusan tapi sesekali,” terangnya.

Ia menilai susu full cream lebih baik dari sisi kandungan gizi, meskipun tetap menyarankan agar menu sesekali divariasikan agar siswa tidak bosan.

“Memang lebih bagus susu full cream, tapi biar nggak bosan jadi sesekali diganti. Ini usul, bukan berarti ngatur. Usul bisa diterima, bisa tidak,” lanjutnya.

Baca Juga: SPPG Cahaya Ngrayun Minta Maaf soal Bandeng Presto MBG Berbelatung

Dalam paket makanan yang ditunjukkan, juga terdapat menu lain seperti es pisang ijo serta buah pir.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang diduga memperhatikan kritik yang ia sampaikan melalui media sosial.

“Terima kasih untuk bapak SPPG, mungkin mampir video saya. Itu bukan maksud menghujat, tapi biar ada pembenahan,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini