Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Ramadan.
“Kita melihat lampion berdampingan dengan ketupat. Inilah simbol toleransi di Kalimantan Barat,” ujarnya.
“Tatung adalah bagian dari kekayaan budaya kita. Cap Go Meh sudah masuk agenda nasional dan menjadi daya tarik pariwisata. Pemerintah provinsi akan terus memperkuat infrastruktur dan fasilitas publik untuk mendukung pariwisata dan investasi,” katanya.
Perayaan Cap Go Meh kembali menegaskan identitas Singkawang sebagai kota majemuk. Dari panggung budaya ini, pesan tentang keberagaman, toleransi, dan harmoni kembali digaungkan ke tingkat nasional bahkan internasional.***