Sembahyang Cap Go Meh yang Dilakukan Masyarakat Tionghoa Konghucu

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Jumat, 3 Februari 2023 | 14:40 WIB
Ilustrasi dupa sembahyang Cap Go Meh. (Pixabay/LoggaWiggler)
Ilustrasi dupa sembahyang Cap Go Meh. (Pixabay/LoggaWiggler)

PONTIANAKGLOBE.COM - Sobat Globe, Cap Go Meh merupakan malam purnama pertama pada tahun yang baru.

Lazimnya, masyarakat Tionghoa melakukan sembahyang Cap Go Meh.

Secara umum, Cap Go Meh dikenal sebagai saat puncak sekaligus penutupan tahun baru atau penutup dari rangkaian Tahun Baru Imlek

Selain dikenal sebagai penutup dari rangkaian tahun baru, Cap Go Meh juga dipahami sebagai saat sembahyang kepada Bumi (Di) atau sembahyang awal tanam (Shang Yuan / Siang Gwan atau Yuan Xiao / Gwan Siau).

Pada esok harinya, orang sudah dapat memulai kerja baru atau mulai menanam mengingat mayoritas masyarakat era itu adalah pertani.

Sembahyang Shang Yuan / Sembahyang Siang Gwan adalah sembahyang syukur ke hadirat Tuhan karena pada Shang Yuan merupakan saat mulai diturunkannya berkah bagi kehidupan keselamatan dan kesejahteraan bagi segenap umat manusia melalui bumi.

Dikutip dari laman resmi Kemenag bersumber dari Rohaniwan Konghucu Ws Gunadi menerangkan oleh karena itu, saat Cap Go Meh juga dilakukan pengormatan kepada malaikat bumi.

Jadi, Cap Go Meh sangat berkaitan dengan tahun baru Imlek, selain sebagai penutupan atau pucak perayaan tahun baru, juga sebagai saat Shang Yuan.

Yaitu, saat mulai diturunkannya berkah Tuhan kepada umat manusia, dan juga sebagai saat dimulainya aktivitas atau kerja di tahun yang baru (menanam). 

Gotong Tao Pe Kong

Masih dikutip dari sumber yang sama, Toa pe kong / Tu Di Gong sebenarnya istilah untuk menyebut para shenming, tepatnya shenming-shenming lokal.

Setiap daerah biasanya ada shenming yang dianggap penting dan berkuasa di wilayah tersebut.

Secara harfiah Toa pe kong/Tu Di Gong berarti paman agung atau papan tertua, bisa juga menjadi leluhur yang tertua yang dituakan. 

Toa pe kong/Tu Di Gong selanjutnya dikaitkan dengan malaikat bumi (Tŭshén) dan Houtu.

Keduanya merujuk kepada malaikat  bumi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X