PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH TENGAH -- Lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, terus membesar dan menggerus lahan warga. Sawah, perkebunan, hingga jalan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari terdampak longsoran tanah yang terjadi berulang kali.
Salah satu warga, Usman, mengaku pasrah jika suatu saat tanah perkebunan miliknya ikut hilang. Dalam video yang diunggah akun Facebook Amri Gunasti Gayo, ia menceritakan bahwa kebun kopi tersebut menjadi sumber penghidupan keluarganya selama puluhan tahun.
“Saya tinggal pasrah, yang ada saya minta izin pada tanah ini, anak saya sudah dia besarkan, sudah dia kuliahkan semua, sudah dia kawinkan dan berumah masing-masing,” ucap Usman dalam video yang dikutip pada Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Sopir Bajaj Ngamuk Usai Disenggol Bus TransJakarta
Kebun kopi milik Usman kini hanya berjarak sekitar dua meter dari bibir lubang. Ia mengaku berusaha mengikhlaskan jika tanah yang telah digarap lebih dari 30 tahun itu akhirnya hilang.
“Jadi, saya harus ikhlas walaupun ini dalam pembicaraan kita dibilangnya bencana. Tapi saya harus ikhlas karena sudah sampai waktunya,” kata Usman.
“Sudah 30 tahun lebih tanah ini bersama saya,” sambungnya.
Lubang raksasa tersebut juga telah melibas jalan alternatif yang sebelumnya dibuat warga setelah jalan utama hilang akibat longsor. Jalan alternatif itu resmi ditutup sejak 20 Februari 2026. Kini warga harus menggunakan jalur lain yang lebih memutar dan memakan waktu lebih lama.
Sementara itu, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa fenomena yang terjadi bukanlah sinkhole. Menurut kajian Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, peristiwa tersebut merupakan longsoran akibat lapisan tufa yang tidak padat dan memiliki kekuatan rendah sehingga mudah tergerus dan runtuh.
Baca Juga: REKA Bogor dan Dedie Bahas Langkah Menuju Kota Kreatif UNESCO
BRIN juga menyebut faktor gempa bumi dapat memperburuk kondisi lereng. Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang terjadi di wilayah Aceh Tengah pada 2013 diduga turut melemahkan struktur tanah dan meningkatkan potensi ketidakstabilan.
Selain itu, keberadaan saluran irigasi di sekitar area persawahan juga dinilai mempercepat pelapukan tanah karena tingginya penyerapan air, sehingga memperbesar risiko longsor susulan.***