pontianak-insights

Permintaan Tinggi MBG, Petani Buncis Justru Tak Sanggup Penuhi

Minggu, 22 Februari 2026 | 17:47 WIB
Buncis 3.000 Pohon Terjual, Petani NTT Tak Lagi Ragu Tanam (Dok. Ist )

PONTIANAKGLOBE.COM, MANGGARAI -- Petani di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, merasakan lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehadiran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat hasil panen mereka terserap habis, bahkan kerap tak mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

“Permintaannya banyak, petani tidak memenuhi,” ujar Gili Jenadi, petani dari Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Sabtu (21/2/2026). Ia mengaku bersyukur karena tanamannya kini terserap dengan baik.

Baca Juga: Tarif Trump Dibatalkan, Muncul Lagi 10 Persen, Ini Respons Prabowo

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Gili mulai menanam berbagai komoditas di lahannya. Ia menanam buncis sesuai permintaan SPPG dan hasilnya langsung diborong habis. Selain itu, ia juga menanam tomat dan cabai keriting. Untuk jangka panjang, Gili menyiapkan brokoli sebagai komoditas tahunan.

“Tahun 2025 kemarin, saya punya bancis kurang lebih 3 ribu pohon. Terlaku habis untuk program MBG,” katanya.

Pengalaman itu membuat Gili lebih berani memperluas jenis tanaman hortikultura yang ditanam. Ia mengaku kini berani menanam wortel karena kebutuhan untuk MBG sangat tinggi.

“Berani menanam wortel, sebelumnya saya tidak berani. Kebutuhan wortel sangat tinggi sekali untuk MBG,” jelasnya.

Harapannya, program MBG bisa terus berjalan. Menurutnya, selain meningkatkan asupan gizi penerima manfaat, terutama siswa sekolah, program ini juga menjadi berkah bagi petani.

Pengalaman serupa disampaikan Mikael Jehudu, Ketua Kelompok Tani Harapan Baru Kelurahan Wali. Ia kini menanam daun bawang, terung, dan mentimun agar bisa memenuhi permintaan dapur MBG.

Mikael mengenang, sebelum ada MBG, mentimun jenis baru yang ia tanam hanya dihargai Rp1.000 per kilogram, paling tinggi Rp1.500 per kilogram.

“Kalau di pasar umum, beberapa bulan lalu, besar-besar begini saya punya, hanya (dihargai) seribu,” kenangnya.

Baca Juga: Konflik Israel–Palestina, Prabowo Sebut Hanya Ada Satu Jalan

Kini harga mentimunnya melonjak hingga sepuluh kali lipat. Dapur MBG menyerap seluruh hasil panennya dengan harga Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

“Jadinya per kilogram Rp 10 ribu (bahkan) Rp 12 ribu,” kata dia.***

Tags

Terkini