pontianak-insights

Rekaman Udara Longsor Pasirlangu, Lereng Perbukitan Terbelah

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:22 WIB
Menyoroti rekaman viral penampakan dampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat dari atas perbukitan. (Dok. Instagram.com/@elanzaelaniii)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG BARAT --Bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menyita perhatian publik, khususnya di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 tersebut menelan puluhan korban jiwa setelah material tanah runtuh menimpa kawasan permukiman warga.

Pasca kejadian, sebuah rekaman udara yang memperlihatkan dampak longsor dari atas perbukitan beredar luas dan menjadi viral. Dalam unggahan akun Instagram @elanzaelaniii, tampak jelas lereng perbukitan yang tergerus material tanah dan batu, membentuk jalur longsoran yang memanjang ke arah lembah.

Baca Juga: Ahok Bongkar Dugaan Penyimpangan Pengadaan di Pertamina saat Sidang Tipikor

Reruntuhan tersebut membelah kawasan hijau dan meninggalkan bekas aliran material yang panjang, memperlihatkan betapa besar volume tanah yang bergerak saat bencana terjadi. Rekaman ini dinilai memberikan gambaran nyata tentang skala kerusakan akibat longsor di wilayah dengan kontur perbukitan curam.

“Dari rekaman udara, terlihat jelas dampak longsor yang terjadi di kawasan Pasirlangu,” tulis akun Instagram @hey.cimahi yang membagikan ulang video tersebut, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam rekaman tersebut, jalur longsoran terlihat memanjang dari bagian atas bukit hingga ke dasar lembah. Tanah dan batu yang terbawa aliran longsor menggerus lereng secara signifikan dan meninggalkan jejak yang mencolok.

“Lereng perbukitan terbelah, membentuk jalur longsoran yang memanjang dari bagian atas hingga ke lembah,” tulis akun tersebut.

“Material tanah dan batu, menggerus lereng yang cukup curam aliran material meninggalkan jejak panjang,” lanjutnya.

Baca Juga: Ahok Sebut Negosiasi di Lapangan Golf Lebih Murah dari Klub Malam

Bencana ini juga memperlihatkan kondisi lereng perbukitan yang kini terbuka, setelah sebelumnya tertutup vegetasi. Area yang terdampak tampak kehilangan lapisan hijau dan menyisakan bekas aliran material longsor yang jelas terlihat dari udara.

“Kondisi ini memperlihatkan lereng yang kini terbuka,” tulis unggahan itu.

“Di sekitar lokasi, kawasan perbukitan yang sebelumnya tertutup vegetasi, kini menyisakan bekas aliran material longsor,” tambahnya.

Peristiwa longsor di Cisarua ini dinilai menjadi peringatan akan tingginya risiko bencana di wilayah perbukitan, sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan dan pengelolaan lingkungan di kawasan rawan longsor.***

Tags

Terkini