pontianak-insights

Banjir Seminggu Dua Kali, Warga Harapan Indah Mengadu ke Dedi Mulyadi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tanggapi keluhan warga Bekasi soal banjir. (Dok. Instagram/dedimulyadi71)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Banjir kembali merendam sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Salah satu yang terdampak adalah wilayah Harapan Indah, Bekasi, yang kondisinya ramai diperbincangkan setelah sebuah video keluhan warga viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @adiminee pada Kamis (22/1/2026), tampak genangan air memenuhi blok perumahan dan ketinggiannya terus meningkat. Perekam video menyebut banjir terjadi berulang, bahkan bisa datang hingga dua kali dalam sepekan.

Baca Juga: Hampir 2 Bulan Pascabanjir Aceh, Dusun Sarah Raja Masih Terisolasi Tanpa Listrik dan Air Bersih

Warga tersebut juga meluapkan kekesalannya kepada pihak pengembang perumahan yang dinilai lebih sibuk mengurus proyek baru, sementara kawasan lama justru terabaikan.

“Nih, KDM lihat rumah gue kebanjiran lagi, Harapan Indah parah nih, mikirinnya perumahan yang sekarang mulu, yang lama-lama kagak diurusin, lu lihat tuh begini,” ucapnya sambil mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ia turut menceritakan pengalaman pahit yang dialami keluarganya akibat banjir. Keponakannya yang meninggal dunia harus dievakuasi menggunakan bantuan Tim SAR karena akses yang terendam air.

“Kemarin ponakan gue meninggal diangkut pakai rescue, pakai Tim SAR, masa iya seminggu dua kali? Ya Allah. Tolongin lah Kang Dedi,” lanjutnya.

Dalam unggahan lanjutan, perekam video menegaskan tidak menyalahkan Dedi Mulyadi. Ia hanya berharap ada tanggung jawab dan respons nyata dari pihak developer perumahan.

Bahkan, ia membagikan tanggapan pengembang yang menyebut pemeliharaan lingkungan sudah menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Video tersebut kemudian mendapat perhatian langsung dari Dedi Mulyadi. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Jumat (23/1/2026), ia menyentil para pengembang perumahan agar tidak lepas tangan atas kondisi yang dialami warga.

“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi. Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘Bebas Banjir’?” tulisnya.

Baca Juga: SBY Bicara Terus Terang soal Ancaman Perang Dunia III dan Geopolitik yang Kian Panas

Dedi juga menilai banjir di Bekasi banyak terjadi di kawasan perumahan yang sebelumnya dipasarkan dengan janji bebas genangan. Ia menyayangkan sikap pengembang yang dinilai enggan hadir menemui warga saat musibah terjadi.

“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan, sebagai kawasan bebas banjir,” ujarnya.

“Dan yang paling prihatin adalah saat warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang nyaman dan aman bagi hunian, tidak pernah datang menemui para konsumennya yang hari ini berteriak-teriak, mereka lebih sibuk untuk mengajukan izin baru,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB