Mendengar jawaban tersebut, Ammar kemudian meminta agar rekaman CCTV selama proses interogasi dihadirkan dalam persidangan.
“Tidak ada penekanan? Tidak ada pemukulan? Ini semua berlima (terdakwa) kita bisa lihat,” tanya Ammar.
“Tolong Yang Mulia dihadirkan CCTV, Yang Mulia. Karena di situ ada CCTV, kita di bawah tekanan, dipukuli, disetrum, dipaksa untuk mengaku,” sambungnya.
Baca Juga: Lapangan Bola Disulap Jadi Koperasi Merah Putih, Picu Amarah Warga Pati
Ammar menegaskan bahwa pengakuan yang pernah ia sampaikan terkait perkara tersebut bukan muncul secara sukarela, melainkan karena tekanan yang diterimanya.
“Makanya kami minta dihadirkan CCTV dari pihak rutan. Tadi kan bilangnya tanggal 3 Januari, di situ ada CCTV. Pengakuan saya itu berdasarkan dari tekanan,” tandas Ammar.***