Ia mengungkapkan, sudah ada nyawa yang melayang di jurang puluhan meter akibat kondisi ekstrem tersebut. Warga pun terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi bertahan hidup.
“Seorang kuli panggul, yang akrab disapa Bule, dengan tubuh kecil dalam guyuran hujan,” tulis Sherly.
“Hilir-mudik menyeberangi Krueng Peusangan di atas ‘lumpe’, seutas kabel baja, ditopang bambu yang menjadi satu-satunya penghubung,” sebutnya.***