Hingga kini, warga Aceh Tamiang menuntut adanya transparansi serta pembersihan material sisa banjir secara menyeluruh, bukan hanya pengangkutan kayu yang menguntungkan pihak tertentu.
Peristiwa ini menambah luka warga yang merasa proses pemulihan pascabencana justru dicederai oleh kepentingan oknum.***