pontianak-insights

Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Aktor Utama Fenomena ‘Gunung Menangis’

Kamis, 11 Desember 2025 | 12:10 WIB
Menyoroti kemunculan air terjun dadakan di lereng Bukit Sembalun, Lombok Timur yang memicu kekhawatiran warga terhadap bencana banjir bandang. (Dok. Instagram.com/@tante.rempong)

PONTIANAKGLOBE.COM, LOMBOK TIMUR -- Media sosial tengah diramaikan oleh fenomena yang disebut warganet sebagai 'gunung menangis', setelah munculnya aliran air terjun dadakan di sejumlah lereng perbukitan Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Cuplikan video yang diunggah kembali oleh akun Instagram @tante.rempong.official pada Rabu, (10/12/2025), merekam derasnya air yang mengalir dari berbagai titik lereng setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

"Hujan deras selama beberapa jam memunculkan air terjun dadakan di lereng perbukitan Sembalun, Lombok Timur," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Uang Tak Ada Harganya di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang

"Aliran air terlihat jatuh dari berbagai titik, bikin warga panik," lanjutnya.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin cemas karena mengingat dugaan alih fungsi lahan yang marak terjadi di sekitar kawasan.

Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembapala Sembalun, Rijalul Fikri, mengatakan munculnya air terjun dadakan itu kembali membangkitkan trauma lama warga.

"Paniklah karena trauma masa lalu juga, ketika banjir besar yang sampai menelan korban jiwa," ujarnya pada Senin, 8 Desember 2025.

Ia mengingatkan bahwa bencana sebelumnya merusak rumah dan area persawahan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Rijal menjelaskan fenomena seperti ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Namun, intensitas dan jumlah aliran kali ini jauh lebih besar.

"Tumben sebanyak dan sederas hari ini, sampai-sampai di medsos ramai-ramai menyebutnya gunung menangis," katanya.

Baca Juga: Bantuan dari China Bukan Resmi? Menhan Sjafrie Jelaskan Hubungan Personal Mualem

"Karena terlihat dari jauh tiba-tiba mengalir dengan deras dari atas bukit," tambahnya.

Aliran air dari bukit juga membuat sungai meluap dan mengakibatkan sawah warga ikut tergenang. Sekitar tiga hektare lahan pertanian terdampak. Padahal, hujan deras yang memicu fenomena ini hanya berlangsung sekitar dua jam. Rijal menilai ada faktor lain yang memperburuk situasi.

"Menurut analisis saya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan banjir ini, yaitu intensitas hujan yang sangat tinggi," terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini